Sains & Teknologi
Jejaring Sosial

Teroris Juga Gunakan Twitter

Aktivis HAM, aktivis komunis, atheis, vegetarian, dan teroris gunakan Twitter

Senin, 27 Oktober 2008, 11:59 WIB
Indra Darmawan
  ( CNet)

Militer Amerika Serikat mewanti-wanti bahwa layanan Twitter bisa digunakan oleh kelompok teroris sebagai alat untuk mendukung kegiatan mereka.

Twitter adalah sebuah jejaring sosial yang menyediakan layanan micro blog (blogging melalui perangkat mobile (ponsel,smart phone, atau PDA).

Melalui situs tersebut para anggota yang telah terdaftar, bisa terus mengabarkan aktivitas dirinya, sehingga ia dapat terus berhubungan dengan anggota lainnya melalui web, ponsel mereka, maupun lewat pesan instan.

Lewat Twitter para penggunanya sering mengabarkan kejadian-kejadian di lapangan, jauh lebih cepat daripada organisasi berita. Misalnya saja saat terjadi gempa bumi di Los Angeles, Juli lalu, maupun saat konvensi nasional partai Republik beberapa saat lalu.

Dalam situs Federation of American Scientist, sebuah laporan dikeluarkan oleh batalion intelijen militer 304, mengatakan bahwa, jejaring sosial populer Twitter, telah digunakan oleh beragam kelompok, termasuk kelompok teroris.

"Twitter telah menjadi alat aktivitas sosial bagi kelompok hak asasi manusia, kelompok komunis, kaum vegetarian, kelompok anarkis, komunitas agama, grup atheis, para antusias politik, hacktivist (aktivis hacking), dan sebagainya," ungkap laporan itu.

Lebih jauh, ungkap laporan itu, layanan ini telah dimanfaatkan para anggotanya untuk menyokong kegiatan kelompok-kelompok mereka. "Seperti apa yang telah dilakukan oleh para hacker, para kelompok ekstrim dan teroris bisa menggunakan Twitter, untuk menjalankan taktik mereka dari waktu ke waktu."

Dari studi yang mereka lakukan, layanan Twitter yang dikombinasikan dengan penggunaan teknologi terbuka semacam Google Maps, bisa menjadi senjata yang berbahaya."Teroris secara teoritis bisa memakai layanan-layanan ini sebagai alat dalam operasi mereka."



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
djasir
19/12/2011
Tegas kok sama fakir miskin dan anak terlantar doang.. syariat palsu..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ