Sains & Teknologi
Ponsel Pintar

BlackBerry 'Gelap' Dominan di Indonesia

Saat ini pengguna layanan BlackBerry dari 3 operator di Indonesia mencapai 250 ribu user.

Jum'at, 24 April 2009, 11:55 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (crackberry.com)

VIVAnews - PT Excelcomindo Pratama (XL) mengaku kewalahan menghadapi peredaran BlackBerry di black market (BM) yang frekuensinya sangat tinggi. Alasan inilah yang membuat XL berhenti memasarkan BlackBerry dari Research In Motion (RIM) secara langsung.

Keputusan XL itu diungkapkan Handono Warih, BlackBerry and 3G Broadband Manager Enterprise & Carrier XL, di acara talkshow BlackBerry Day di Menara Jamsostek, Jakarta, Kamis 23 April 2009.

“Harga menjadi sulit stabil. Black market terlalu besar, hampir 70 persen dari total BlackBerry yang beredar,” kata Warih. “Karena itu, kami memutuskan untuk berhenti menjualnya dan cukup menjadi authorized distributor saja,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Group Head Brand Marketing Indosat Teguh Prasetya, menilai tumbuhnya pasar BlackBerry ilegal seharusnya diikuti dengan derasnya inovasi layanan oleh operator agar dapat menyamankan pelanggan dan membuat BlackBerry lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Ketika pertumbuhan penjualannya tinggi, daya serap pasar besar, tak menutup kemungkinan nanti BlackBerry jadi hape sejuta ummat,” kata Teguh. “Kita semua (XL, Indosat, dan Telkomsel) harus kompakan. Bersama-sama kita kampanyekan bahwa BlackBerry resmi lebih baik,” ucapnya.

Saat ini pengguna layanan BlackBerry di Indonesia mencapai 250 ribu. Angka ini merupakan gabungan dari pengguna tiga operator, Indosat, XL, dan Telkomsel.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ