Sains & Teknologi

Minim Informasi, Pemilih Tuna Netra Protes

Pemilih tuna netra diberi penjelasan siapa calon anggota legislatif saat berada di TPS

Kamis, 9 April 2009, 10:42 WIB
Suwarjono
Contoh alat bantu pemilih tunanetra untuk mencontreng surat suara (Antara/ Fanny Octavianus)

VIVAnews – Pemilihan umum di TPS Jagra RT 2 RW 1 Kecamatan Buah Batu, Kodya Bandung sempat diwarnai ketegangan. Pemilih tuna netra protes karena tidak ada sosiasasi mengenai pemilihan, sehingga saat di tempat pemungutan suara bingung. Para tuna netra ini tidak mengetahui nama-nama caleg hingga tidak tahu harus memilih siapa.

“Kami baru mendapat informasi nama caleg setelah di TPS. Saya protes ke KPPS karena tidak disediakan informasi yang cukup ke pemilihnya. Saya sempat bersitegang dengan ketua KPPS, karena p[emilih tunanetra tidak dihargai,” kata Ila Hadijah usai mengikuti pemilihan,  Kamis 9 April 2009.

Ila juga mengeluhkan adanya pendamping bagi para tunanetra. Menurut Ila, keberadaan pendamping sudah melanggar asas pemilu luber. “Seharusnya tunanetra jangan ditemani,” katanya.

Sementara itu, Persatuan Tuna Netra kota Bandung Ade Rahmat saat di temui di TPS 6 Pasir Kaliki, Kecamatan Cicendo, Bandung, menyatakan pemilu sekarang , pihaknya merasa di diskriminasikan.

“Seharusnya informasi cara mencontreng, peraturan pemilihan dan para caleg harus disampaikan juga ke para tuna netra. Kan anggaranya ada,” katanya.

Dengan minimnya informasi, para tunanetra mengalami kesulitan memilih caleg. Di bilik suara tuna netra membutuhkan waktu sedikitnya 10 menit. “Panduan yang digunakan tuna netra untuk memilihpun juga bergeser, sehingga apa yang kita pilih bisa saja salah,” katanya.

Laporan: Sigit Zulmunir| Bandung



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ