Sains & Teknologi

Tabulasi Elektronik Baru Kelar dalam 3 Minggu

Proses pemindaian kertas C1 IT hingga ditampilkan ke pusat tabulasi membutuhkan 7 menit.

Jum'at, 3 April 2009, 23:11 WIB
Wensenlaus Manggut, Suryanta Bakti Susila
  (Antara/ Prasetyo Utomo)

VIVAnews -- Penghitungan suara elektronis pemilu 2009 diperkirakan baru akan kelar tiga minggu setelah pemungutan suara.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Tim Pendampingan teknologi informasi KPU dari BPPT, Husni Fahmi, Jumat 3 April 2009.

"Kemungkinan baru akan selesai dalam waktu tiga minggu," kata Husni Fahmi di kantor Komisi Pemilihan Umum di Menteng Jakarta.

Lebih jauh, Fahmi menjelaskan, dengan mengesampingkan faktor manusia atau waktu yang dihabiskan operator, perangkat scanner di tiap KPUD kabupaten/ kota yang bertugas memindai hasil rekap suara dari kertas C1 IT, cuma butuh waktu proses sekitar 2 menit.

Scanner akan memprosesnya menjadi dua jenis data. Yang pertama menjadi data file image yang menjadi arsip bukti digital yang disimpan di keping cakram DVD. Yang kedua, scanner bakal mengkonversinya menjadi data terenkripsi yang dikirimkan melalui jaringan VPN milik Telkom.

Setelah itu, data tersebut diterima di KPU Pusat, didekripsi, disimpan ke dalam server, dan kemudian ditampilkan ke display di pusat tabulasi nasional di Hotel Borobudur.

"Waktu yang dibutuhkan dari proses pemindaian hingga penayangan, tanpa memperhitungkan faktor operator adalah antara 5-7 menit," Fahmi menerangkan.

Untuk kelancaran data, kata Fahmi, masing-masing tahapan tadi, dari mulai pengiriman data dari daerah, pengolahahan data, dan penayangannya, bakal didukung oleh komputer server.

Di tingkat KPUD kabupaten kota KPU telah menyiapkan dua server, dan khusus untuk penayangan di pusat tabulasi nasional menggunakan enam buah server.

Mengingat jaringan yang digunakan adalah jaringan VSAT, kata Fahmi, pengiriman data dari daerah bisa dipengaruhi oleh kondisi cuaca.

Dalam kesempatan yang sama, Fahmi mengatakan bahwa pengoperasian pemindaian kertas C1 IT di tingkat kabupaten/ kota akan dilakukan oleh supervisor dan beberapa orang operator yang jumlahnya disesuaikan dengan jumlah pemilih. Di tingkat ini akan dilakukan verifikasi terhadap setiap kesalahan bacaan yang dilakukan oleh scanner.

Sebenarnya, kata Fahmi, tingkat akurasi dari scanner bisa mencapai sekitar 98 persen. Namun, itu semua tergantung dari informasi yang diisikan oleh petugas di lapangan.

Pasalnya, data-data di kertas C1 IT tak boleh diisi dengan tulisan sambung atau keluar dari kotak yang disediakan, agar tak dibaca salah oleh komputer.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ