VIVAnews -- Penundaan pengumuman pemenang pembeli menara BTS milik Bakrie Telecom, ternyata disebabkan karena para penawar yang kalah tak mau menerima kekalahan mereka.
"Kami sudah menentukan pemenangnya. Tapi pengumumannya akan ditunda karena ada peserta yang tak menerima hasil tersebut," ujar CEO sekaligus Presiden Direktur Bakrie Telecom Anindya Novyan Bakrie pada acara ICT Partnership Forum, di Hotel Milllenium Jakarta, Selasa 31 Maret 2009.
Seperti diberitakan VIVAnews sebelumnya, pada perkembangan terakhir, masih ada tiga perusahaan yang hendak membeli menara BTS BTEL, dan mereka telah menyepakati harga sebesar Rp 380 miliar.
BTEL sebenarnya telah menentukan sebuah perusahaan pemenang tender. Namun, menurut Anindya, masalah ini menjadi pelik, karena dua penawar yang lain tidak menerima hasil pemenang yang ditentukan.
"Mereka mengaku bisa memberi tawaran yang lebih tinggi dari itu. Padahal, bagi kami, tawaran di atas Rp 380 miliar sudah melampaui target," kata Anin.
Karena dua penawar lain mengajukan banding, BTEL akan menangguhkan pengumuman pemenang pembelian menara itu hingga bulan depan. "Bulan April saya kira, (pemenang) sudah bisa diumumkan."
Sayang, BTEL masih belum bersedia memaparkan identitas pemenang maupun perusahaan penawar lainnya, "Maaf soal itu belum bisa di disclose (diumumkan). Nanti bisa ribut." kata Rakhmat Junaidi, Direktur Pelayanan Korporasi Bakrie Telecom.