VIVAnews - Produsen telepon selular terkemuka, Nokia, akan memangkas 1.700 pekerja di berbagai negara dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan. Pasalnya, permintaan terhadap produk mereka terus menurun.
Seperti dikutip dari laman stasiun televisi MSNBC, Selasa, 17 Maret 2009, Januari lalu Nokia mengatakan mengurangi anggaran tahunan untuk divisi pembuatan handset saja sebesar lebih dari 700 juta euro (US$909,3 juta) untuk mengakali anjloknya permintaan.
Hari ini, perusahaan asal Finlandia tersebut juga akan mengurangi pekerja di divisi pemasaran, divisi pengembangan korporat, dan beberapa divisi global. Lebih dari 700 karyawan akan dipecat di Finlandia.
Penjualan telepon selular diperkirakan akan berkurang sebesar sepuluh persen tahun ini karena konsumen berkurang dan pedagang telepon selular mencoba untuk menjual produk yang belum terjual.
"Triwulan pertama di tahun anggaran akan menurun, lalu akan sedikit meningkat," kata seorang analis, Martti Larjo. "Beberapa pemasok sudah menunjukkan tanda-tanda peningkatan."