VIVAnews -- Hewlett-Packard hari ini mulai menjual baterai laptop yang memiliki usia lebih lama.
Baterai tersebut diklaim dapat bertahan hingga 1000 masa siklus pengisian, tanpa mengalami degradasi. Berarti baterai ini memiliki usia yang lebih panjang daripada baterai Lithium Ion biasa.
Pembuat baterai memberikan garansi bahwa baterai ini bisa bertahan tidak rusak hingga 3 tahun, atau sama dengan rata-rata usia sebuah laptop.
Baterai jenis Lithium-Ion itu menggunakan sel Sonata yang dibuat oleh Boston Power, sebuah perusahaan baru pengembang baterai. Sel Sonata itu juga memungkinkan laptop mampu mengisi baterai lebih cepat ketimbang baterai Li-Ion biasa.
Kecepatan pengisian baterainya mampu mencapai sekitar 80 persen dari kapasitas tampung mereka, hanya dalam 30 menit. Tak hanya itu, baterai ini juga tidak mengandung polyvinyl chlorida dan mendapatkan sertifikasi ramah lingkungan dari Nordic Ecolabel.
HP akan mulai menjual baterai itu melalui toko online-nya untuk 18 model laptop yang berbeda. Dan pada akhir Maret nanti, HP juga akan menyediakan baterai-baterai ini pada laptop-laptop model barunya.
Sepereti dilansir dari Computerworld, Baterai ini dijual seharga US$ 150 (sekitar Rp 1,7 juta). Sayang, baterai ini tidak adan tersedia bagi laptop-laptop kelas bisnis milik HP.
Hingga kini, CEO Boston POwer Christina Lampe Onnerud, mengatakan bahwa ia sedang melanjutkan pembicaraan dengan HP untuk bisa menyediakan baterai jenis ini di laptop-laptop bisnis HP.