Sains & Teknologi
Kebebasan Berpendapat di Internet

Google, Yahoo, Microsoft Dikritik

Ketiganya dianggap hanya menjadi kampiun kebebasan berpendapat di negara asalnya saja.

Sabtu, 14 Maret 2009, 11:39 WIB
Indra Darmawan
Kantor Pusat Google di Mountain View California (AP Photo)

VIVAnews -- Organisasi kemanusiaan Reporter Tanpa Batas (Reporter Sans Frontier) mengkritik para raksasa internet Google, Yahoo, dan Microsoft, atas peran mereka yang secara tidak langsung turut menghambat kebebasan bersuara lewat Internet.

Ketiga perusahaan itu dianggap hanya menjadi kampiun kebebasan berpendapat di negara asalnya saja. Sementara saat menggarap bisnis mereka di berbagai negara dunia, mereka tak banyak berkutik dengan pengekangan di tingkat lokal.

Menurut organisasi yang bermarkas di Paris Perancis itu, mereka tidak berbuat banyak untuk melindungi pengguna-pengguna internet dari kebijakan represif dari beberapa pemerintahan, seperti China

Seperti dilansir dari situs BusinessWeek, pada 2005, atas pesanan pemerintah China Microsoft menghapus blog aktivis politik penyuara kebebasan pers di China, Michael Anti.

Pada tahun yang sama wartawan China Shi Tao dibui 10 tahun oleh pemerintahnya, setelah Yahoo membocorkan informasi pribadi Tao kepada pemerintah.

Google pun tak kalah berdosa. Perusahaan mesin telusur internet itu memblokir hasil pencarian atas laman-laman yang dilarang oleh pemerintah China.

"Mereka semua sebenarnya tahu apa yang terjadi di negara-negara itu," kata Clothilde Le Coz, yang mengepalai bidang kebebasan internet di organisasi Reporter Tanpa Batas. Namun, ketiganya tidak berbuat banyak untuk melindungi para pengguna mereka, kata Clothilde.

Selain itu, Reporter Tanpa Batas juga menunjuk China sebagai 'musuh' yang paling bermasalah dengan kebebasan di Internet. Tercatat, negara ini telah memenjarakan tak kurang dari 70 orang, akibat menyatakan pendapat yang berlawanan dengan pemerintah, lewat Internet.

Vietnam juga memiliki kecenderungan yang sama ke arah itu. Pada bulan Januari, negara itu mengeluarkan regulasi baru kepada blogger agar hanya menulis tentang masalah pribadi saja. Mereka dilarang menampilkan artikel pers, bacaan-bacaan, serta publikasi lain yang dilarang oleh Undang-undang.

Yahoo telah mengambil langkah preventif untuk masalah ini. Perusahaan itu telah menyediakan layanan blog Yahoo 360 yang berbahasa lokal, yang dipusatkan di Singapura, di mana hukum lokal negara itu lebih protektif terhadap pelanggan, dibandingkan hukum lokal Vietnam.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ