Sains & Teknologi

Ottellini: Nvidia Tak Kompetitif Tanpa CPU

Satu-satunya perusahaan pembuat CPU dan GPU hanyalah AMD setelah mengakuisisi ATI.

Jum'at, 27 Februari 2009, 11:59 WIB
Muhammad Firman
  (intel.com)

VIVAnews - Paul Otellini, Chief Executive Officer Intel Corp. menyebutkan alasan mengapa Nvidia menuduh produsen prosesor terbesar itu mencoba menghambat evolusi chip grafis.

“Jika Anda tidak mempunyai mikroprosesor, apa lagi yang ingin Anda jual?”, ucapnya pada sebuah konferensi teknologi dan internet seperti VIVAnews kutip dari Cnet, 27 Februari 2009. “Ke depannya grafis di sebagian besar komputer akan ditanam pada mikroprosesor. Jadi, yang dilakukan Nvidia adalah membuat argumen untuk mempertahankan status quo,” ucapnya.

Otellini juga menyatakan bahwa meski Nvidia memiliki chip grafis GeForce yang memiliki performa tinggi dan Intel tidak memiliki prosesor grafis yang terpisah, Nvidia dapat menjual GeForce tersebut karena bantuan komputer berbasis Intel. Akan tetapi, Intel dalam waktu dekat akan memiliki kartu grafis terpisah yang akan diberi nama Larrabee, sementara Nvidia tidak mempunyai prosesor x86 kompatibel sendiri.

“Nantinya, Anda bisa membeli kartu VGA dari Nvidia, atau bisa juga dari kami,” kata Otellini.

Saat ini, satu-satunya perusahaan yang mampu membuat prosesor dan chip grafis kelas atas sekaligus adalah AMD setelah mereka mengakuisisi ATI Technologies tahun 2006 lalu. AMD juga berencana untuk mengintegrasikan fasilitas grafis ke dalam prosesor mereka.

Saat prosesor sudah memiliki core grafis yang terintegrasi, maka tidak lagi dibutuhkan chipset pihak ketiga yang memiliki grafis terintegrasi. Padahal, sebagian besar bisnis Nvidia bergantung pada pembuatan chipset untuk prosesor AMD dan Intel. Pada akhirnya nanti, kompetitor produk Nvidia GeForce tidak hanya produk milik ATI, tetapi juga Intel.

Sebelum ini Intel dan Nvidia sedang bersitegang seputar perjanjian mengenai apakah Nvidia berhak menggunakan teknologi Direct Media Interface (DMI) dari Intel yang berarti membuat Nvidia tidak bisa membuat chipset untuk prosesor Intel.

Pertengahan Februari lalu, J en-Hsun Huang, Chief Executive Officer Nvidia menuduh Intel berusaha memperlambat evolusi graphics processing units dan juga chipset Nvidia untuk dapat mengontrol platform komputer berbasis Intel. Ketika itu Huang menyatakan “Mengingat luasnya adopsi dan pertumbuhan penggunaan platform Nvidia, tidak heran Intel berusaha mempermasalahkan kontrak (seputar lisensi untuk membuat chipset bagi prosesor Intel) yang sudah ditandatangani empat tahun lalu.”

Menurut Huang, teknologi seperti Nvidia Ion (chipset integrated untuk sistem Atom dan prosesor lain), SLI (multi GPU rendering), Hybrid power (kemampuan untuk beralih antara grafis terintegrasi dan grafis independen), dan CUDA (bahasa pemrograman untuk GPU GeForce) telah mengancam kemampuan Intel untuk mengontrol platform PC.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ