Akan Ada Letusan Gunung Berapi di Bulan
Lava cair berada di kedalaman 1200 sampai 1350 kilometer di bawah permukaan Bulan.
Rabu, 22 Februari 2012, 06:44 WIB
Muhammad Firman, Amal Nur Ngazis
Letusan gunung berapi di Bulan diperkirakan akan terjadi dalam beberapa juta tahun ke depan. (gawkerassets.com)
VIVAnews - Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Geosciences, di masa depan, manusia akan menikmati pemandangan indah, yakni letusan gunung berapi di Bulan yang terlihat dari Bumi.
Menggunakan informasi yang dikumpulkan oleh seismometer yang dipasang di Bulan saat misi Apollo digelar, diketahui bahwa sekitar 30 persen lapisan yang mengelilingi inti Bulan yang terbuat dari logam merupakan zat cair.
Menurut Renee Weber, peneliti dari Marshall Space Flight Center NASA yang mengetuai studi pemetaan dan pemodelan Bulan, lava cair itu berada di kedalaman 1200 sampai 1350 kilometer di bawah permukaan Bulan.
Lalu, mengapa tidak ada gunung berapi aktif di sana?
Dikutip dari Gizmodo, 21 Februari 2012, permukaan Bulan sama seperti planet mati. Letusan gunung berapi terakhir yang terjadi di Bulan terjadi beberapa miliar tahun yang lalu.
Untuk mengetahui apakah akan ada letusan gunung berapi di bulan, sekelompok peneliti yang diketuai Mirjam van Kan Parker dan Wim van Westernen dari VU University, Amsterdam coba mencari jawabannya.
Berhubung manusia tidak bisa mengakses lava yang ada di Bulan, peneliti menggunakan sampel bebatuan seberat 350 kilogram yang dibawa oleh Apollo dari Bulan. Mereka kemudian menempatkan batu itu di kondisi serupa dengan perut Bulan. Yakni dengan tekanan lebih dari 45.000 bar serta temperatur sekitar 1.500 derajat Celsius.
Setelah menciptakan lava buatan, mereka kemudian menganalisa dan membuat simulasi komputer. Ternyata, diketahui bahwa magma Bulan kaya dengan titanium.
Artinya, lava cair itu terlalu berat untuk dapat mengalir ke permukaan Bulan. Padahal, agar lava bisa meletup di permukaan Bulan, ia perlu lebih ringan.
“Setelah magma terbentuk, mereka terakumulasi di lapisan bawah Bulan. Kira-kira seperti gunung berapi namun terbalik. Saat ini, Bulan sedang berada dalam fase pendinginan, demikian pula dengan bagian dalamnya,” kata Westrenen. “Ini menjawab pertanyaan mengapa tidak ada gunung berapi di Bulan,” ucapnya.
Tetapi, bagaimana dengan di masa depan?
Di masa depan, lava yang lebih dingin itu akan berubah komposisinya. Kemungkinan, ia akan menjadi tidak terlalu padat dibandingkan dengan zat-zat yang ada di sekelilingnya. “Magma yang lebih ringan ini dapat dengan mudah bergerak ke permukaan dan membentuk gunung berapi di Bulan,” kata Westrenen. “Itu akan menjadi pemandangan yang sangat indah,” ucapnya.
Sayangnya, tidak satupun dari kita yang hidup saat ini bisa melihat fenomena letusan gunung berapi di Bulan. Pasalnya, proses tersebut akan membutuhkan waktu jutaan tahun. (sj)
khafit89
03/03/2012
aaahhh,,, pada sewot semua... Semua emang Alloh yang menentukan, tapi qt seaai mahluk yang berakal, harus menggunakan akal dulu. sama dengan mereka,ilmuwan yang mau menggunakan akal.gag seperti kalian, yang tinggal baca aja kok sewot.. ANEH LUUUU!!!!!!!!!
Pengen di hargai ko ngga menghargai (riset) orang lain....??? tinggal baca aja ko sewot.
cuplizs
24/02/2012
debat ilmu pengetahuan jangan pakai emosi. santai. ini dalam rangka mencari kebenaran ilmiah yang membutuhkan pemikiran jernih. jadi, alangkah baik jika di laksanakan dengan hati dan kepala dingin, bukan malah membara-bara
keisyaamberdina
22/02/2012
sy menghargai jasa para ilmuwan tetapi,hanya allah swt yg tahu apa peristiwa yg sebenarnya terjd di bln..maw nghank maw sy belum bs percaya .. ,,
bio13
|
29/02/2012
|
Laporkan
sah sah aja saudara kita ini gak percaya donk, pemahaman seseorang berbeda begitu jg keimanan seseorang. kita boleh berijtihad menggunakan akal tp keputusan tetap pd masing2 individu
themask
|
27/02/2012
|
Laporkan
bukankah qta diberi akal budi untuk ber-ijtihad, sudah bnyk org yg jatuh pada iman yang fatalisme model Anda Bro
benar ato tidaknya.. gua menghargai para ilmuwan..
bio13
|
29/02/2012
|
Laporkan
@hen2221, aneh sampeyan ini. Orang komen menghargai keilmuan seseorang dibilang asal ngomong. apa bukan sampeyan yg asal ngomong?
hen2221
|
23/02/2012
|
Laporkan
kitab apa yang anda baca? dan apa yang anda anggap dalam kitab itu dongeng ...?? kl ngomong ya sesuai dengan pengetahuanmu lah jgn asal ngomong, biar ga kelihatan tololl...
benar ato tidak yang jelas gak ngomong sekenanya. mereka sudah riset, riset, dan riset siang malam. bukannya komen doang.
cuplizs
|
24/02/2012
|
Laporkan
kita haragai hasil penemuan meraka dengan penghragaan ilmu pengetahuan. toh kita juga bukan ilmuan, so tak salah jika aplaus hasil mereka dan menunggu hasil berikutnya yang lebih mendekati kebenaran
Namanya juga riset..akan selalu ada perkembangan yang lebih baru...hasil sebelumnya belum tentu benar untuk hasil selanjutnya....ikuti dan cermati aja...
cuplizs
|
24/02/2012
|
Laporkan
itulah sifat kenisbian sebuah ilmu pengetahuan
Ngaco... ilmuwan apaan ngomong sekenanya... Inti bulan gak ada magmanya...karena bulan terbentuk dari reruntuhan dan kepingan batu dan debu akibat tumbukan 2 planet......
s.a.m
|
22/02/2012
|
Laporkan
astaga....... gimana sie lw??? namanya juga riset....!!!!!!!!!1
bitchanatomy
|
22/02/2012
|
Laporkan
tadinya mereka berpikiran yang sama karena bulan seperti planet mati... kita lihat saja kelanjutanya... klo ngak terjadi ya omong kosong....
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar