Sains & Teknologi

Riset: Benua-benua Besar Akan Bergabung Lagi

Mereka terakhir kali menyatu pada 300 juta tahun silam, disebut sebagai Pangaea.

Kamis, 9 Februari 2012, 08:37 WIB
Renne R.A Kawilarang
Foto terakhir bumi tahun 2010 (NOAA/NASA GOES Project)

VIVAnews - Tim ilmuwan di Universitas Yale, AS, baru-baru ini melontarkan prediksi yang cukup mencengangkan. Mereka memperkirakan bahwa benua-benua di muka bumi akan bergabung lagi dalam kurun 50-200 juta tahun mendatang.

Amerika dan Eurasia diprediksi akan bertubrukan di Kutub Utara. Afrika dan Australia pada akhinya akan bergabung juga dengan "Benua Super" itu. Tim ilmuwan pun yakin benua-benua itu terakhir kali sempat menyatu pada 300 juta tahun silam, yang wilayahnya disebut sebagai Pangaea.

Menurut laman BBC, kajian tim ilmuwan Yale atas reuni benua-benua itu diungkapkan dalam jurnal ilmiah Nature.

Bagi mereka, penggabungan kembali benua-benua besar itu bukan tidak mungkin terjadi. Daratan pada dasarnya bergerak secara konstan saat terjadi aktivitas tektonik di suatu bagian permukaan Bumi.

Aktivitas ini membentuk daerah-daerah seperti Mid-Atlantic Ridge--yang menjadi lokasi Islandia--dan wilayah-wilayah seperti yang terlihat di lepas pantai Jepang, dimana satu daratan kecil (pelat) bersinggungan dengan yang lain.

Para peneliti geologi itu yakin bahwa, dalam kurun miliaran tahun, pergesaran pelat-pelat itu secara berkala juga menggerakkan benua-benua dalam waktu bersamaan. Inilah yang memunculkan hipotesis atas terbentuknya sejumlah benua super bernama Nuna 1,8 miliar tahun lalu, Rodinia satu miliar tahun lalu, dan Pangaea 300 juta tahun lalu.
     
Tim peneliti pun sudah menyiapkan nama baru bila benua-benua besar kembali bersatu, yaitu Amasia. Ini berdasarkan perkiraan bakal bertemunya Amerika dan Asia.

Mereka selanjutnya meneliti lebih lanjut kapan dan di mana reuni antarbenua itu terbentuk dengan merujuk pada gejala-gejala pertemuan sebelumnya. "Kami cukup familiar dengan konsep Pangaea, namun belum ada data yang cukup meyakinkan untuk menduga bagaimana benua super itu terbentuk," kata Ross Mitchell, peneliti dari Universitas Yale.

Mengomentari hasil riset mereka, ahli geologi dari Open University, David Rothery, mengatakan penelitian itu dapat memberi pemahaman yang lebih luas kepada publik akan sejarah planet Bumi.

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
varduxx
10/02/2012
meramal kok ratusan juta tahun ke depan. siapa takut. gak usah ilmuwan, saya aja bisa. 20 juta tahun lagi matahari akan menubruk bumi. terbukti ato gak smua udah lupa.
Balas   • Laporkan
345123
09/02/2012
hahhhhhhhhhhhhhhhh, smua da jalanya,,,
Balas   • Laporkan
apa yg terjadi esok .. bukan wewenang kita tuk menentukannya,termasuk umur bumi ini...ALLAH yg maha tahu,..ilmuwan yg seprerti itu ,ilmuwan yg tdk punya kecerdasan spiritual...
Balas   • Laporkan
nd-8
09/02/2012
yg ad galaxy ini sdh kburu kesedot black hole toNx..?! gk usah mmpi kontinen nyatu..! yg ad planet ini prlu dsusun ulang lagi bak puzzle dlm black hole.??
Balas   • Laporkan
chal-aviero
09/02/2012
dulu apa kita sdh memikirkan ponsel ya.. msh mustahil kita bayangkan telp ndak pakai kabel.. tau2 udah d tangan kita.. ilmu pengetahuan akan membuktikan itu... satu lagi.. kita krim koment seperti sekarang tanpa tatap muka d seluruh dunia dl juga hayalan.
Balas   • Laporkan
mhs2011
09/02/2012
udah padas matiiiiiiiiiiii kali
Balas   • Laporkan
mouches.dblacklove
09/02/2012
waduh... besok aaja napa kalo nunggu mpek sgtu lama, keburu kiamat 2012.
Balas   • Laporkan
blue_demon
09/02/2012
halah...ke jauhan.. mau teori lo bener to kaga..ga bakal ad ayg komplain..manusia punah ntar lgi :D
Balas   • Laporkan
widyasaputra
09/02/2012
apapun nanti yg terjadi dgn benua2 yg ad d bumi, qta tetap jg bumi ini sampai yaah,terbentukx benua baru it td.it yg trpnting..
Balas   • Laporkan
pupcat
09/02/2012
prediksinya kok kelamaan tho?50-200 juta tahun mendatang
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ