Sains & Teknologi

Permukaan Mars Dipastikan Tak Bisa Dihuni

Hasil penelitian menunjukkan bahwa planet itu sudah gersang selama ratusan juta tahun.

Rabu, 8 Februari 2012, 08:12 WIB
Muhammad Firman, Amal Nur Ngazis
Permukaan planet Mars gersang selama ratusan juta tahun. (fineartamerica.com)

VIVAnews - Anda pecinta film-film sains fiksi atau kehidupan di angkasa luar? Siap-siap untuk kecewa. Dari studi terakhir, permukaan planet Mars dipastikan merupakan tempat yang sangat tidak memungkinkan untuk menampung kehidupan. Apalagi setelah mengalami kekeringan selama 600 juta tahun terakhir.

Menurut peneliti dari Imperial College London, Inggris, planet merah itu telah benar-benar gersang selama kurun waktu tersebut dan sangat sulit bagi kehidupan untuk mampu bertahan di permukaannya.

Dalam studi, peneliti mengamati data yang dikumpulkan oleh Phoenix, satelit ruang angkasa milik NASA yang pada tahun 2008 lalu berangkat ke Mars. Seperti diketahui, tugas utama Phoenix sendiri adalah mendarat di sana dan mencari tanda-tanda apakah planet itu bisa dihuni. Phoenix juga digunakan untuk menganalisa es dan tanah yang ia dikumpulkan.

Sayangnya, hasil penelitian terhadap tanah yang diambil menunjukkan bahwa planet itu sudah gersang selama ratusan juta tahun. Kondisi ini terjadi meski ditemukan adanya serpihan-serpihan es di planet itu.

Dalam penelitian sebelumnya, memang diperkirakan bahwa Mars kemungkinan lebih hangat dan lebih basah di masa lalu. Namun jika demikian adanya, kondisi tersebut berada di kisaran 3 miliar tahun yang lalu.

Menurut peneliti, Phoenix memang hanya sempat menjelajah sebagian kecil saja dari planet itu. Namun dari citra satelit, serta dari penelitian-penelitian terdahulu, indikasinya adalah tanah yang serupa dengan sampel yang diambil oleh Phoenix, tersebar di seluruh Mars. Artinya, temuan terbaru ini bisa jadi berlaku di seluruh permukaan Mars.

“Kami mendapati bahwa meski banyak ditemukan es di Mars, planet itu telah mengalami kekeringan yang luar biasa yang kemungkinan telah berlangsung selama ratusan juta tahun,” kata Tom Pike, ketua tim peneliti, dikutip dari Mad Shrimps, 8 Februari 2012.

Meski demikian, Pike menyebutkan, ia dan timnya memperkirakan bahwa Mars yang kita ketahui saat ini sangat berbeda dengan Mars di masa lalu. “Misi NASA dan ESA di masa depan akan melakukan penggalian lebih dalam untuk mengetahui lebih lanjut peluang adanya kehidupan di bawah tanah,” ucapnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
asalamina
24/02/2012
udalah mang, ga usah ngotorin langit dengan sampah2 satelit, toh sudah sangat jelas ditulis di dalam al-qur'an "ga ada habitat lain bagi manusia selain BUMI" klo mau hidup di planet mars lho musti jadi JIN/IBLIS
Balas   • Laporkan
iron maiden
08/02/2012
saat mars kering, penghuninya pindah ke bumi yaitu pithecantropus
Balas   • Laporkan
anaugi
08/02/2012
Kecele dong ...lagian emang klo kiamat ngak bakalan semua hancur, kiamat = sistem tata surya hancur. tidak ada yg bakal selamat kawan.
Balas   • Laporkan
noeawan
08/02/2012
wah...hebat ya NASA,,, udah bisa sampai planet...mars
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ