Sains & Teknologi

Populasi Ubur-Ubur Akan Merajalela di Bumi?

Perilaku manusia pada laut disebut sebagai pemicu tren peningkatan populasi hewan itu.

Sabtu, 4 Februari 2012, 07:56 WIB
Muhammad Firman, Amal Nur Ngazis
Tentakel ubur-ubur beracun dan bisa mematikan. (antigravitas.com)

VIVAnews - Dalam beberapa tahun terakhir, dalam sejumlah publikasi jurnal ilmiah, santer dibicarakan bahwa populasi ubur-ubur telah melejit. Hewan ini akan segera mendominasi lautan di Bumi dalam beberapa dekade ke depan.

Perilaku manusia terhadap lautan, termasuk penangkapan ikan yang berlebihan dan menyebabkan pemanasan global disebut-sebut telah menjadi pemicu dari masalah yang semakin mengancam tersebut.

Namun, setelah diteliti lebih lanjut, Robert H Condon dan 16 peneliti lain dari Dauphin Island Sea Lab, Alabama, Amerika Serikat, teori yang menyatakan bahwa ubur-ubur akan segera menginvasi seluruh lautan Bumi kurang memiliki bukti-bukti yang kuat.

“Persepsi bahwa populasi ubur-ubur meledak merupakan akibat semakin banyaknya perhatian yang diberikan terhadap penelitian terkait ubur-ubur,” kata Condon, dikutip dari Science Blog, Sabtu 4 Februari 2012.

Selain itu, Condon melanjutkan, kurangnya pengetahuan yang baik terhadap bagaimana perilaku ubur-ubur di masa lalu menghasilkan kesimpulan yang menyesatkan. Temuan ini sendiri sudah dipublikasikan oleh Condon dan rekan-rekannya dalam jurnal BioScience.

Dari fosil-fosil dan bukti-bukti dokumenter yang tersedia, diketahui bahwa ledakan populasi ubur-ubur secara spektakuler merupakan hal yang normal dalam sejarah alami spesies tersebut.

“Ledakan populasi ini ada kaitannya dengan siklus perubahan iklim alami Bumi,” kata Condon. “Sayangnya, ledakan populasi ubur-ubur di laut kurang banyak mendapatkan perhatian di dekade-dekade dan abad-abad lalu,” ucapnya.

Meski begitu, Condon dan rekan-rekannya menyebutkan bahwa perubahan dalam jumlah populasi ubur-ubur dan organisme laut yang serupa tetap menghadirkan konsekuensi yang penting bagi ekologi kelautan di sekitarnya. Tren ini juga bisa terpengaruh oleh aktivitas manusia.

“Untuk itu, kami akan membuat database yang komprehensif untuk dapat mengetahui lebih lanjut terkait tren pertumbuhan makhluk ini serta dikaitkan dengan aktivitas manusia,” ucap Condon. “Yang pasti, kesan bahwa ubur-ubur akan terus mendominasi lautan dalam beberapa dekade ke depan merupakan kesimpulan yang salah,” ucapnya. (art)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hmm... klo ga salah jga ada UBur2 yg hidup abadi itu apa itu?? lupa nama jenis ny...
Balas   • Laporkan
kapolsek
07/02/2012
wah ubur2 enak uh bikin sop... :D
Balas   • Laporkan
iqbal.bahari
05/02/2012
spongebob pun tertawa haha haha haha
Balas   • Laporkan
anak_pejabat
04/02/2012
Udah taw salah msh di perdebatkan juga "manusia itu musuh dari kebodohannya sendiri"
Balas   • Laporkan
achmad.yusviansyah.humaam | 07/02/2012 | Laporkan
Ini bukan suatu masalah yg salah. tapi karna mns yg kurang tertarik dengan ttg kehidupn ubur-ubur shg meledaklah populasi ubur-ubur.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ