Sains & Teknologi

Hacker Beraksi Memprotes Penutupan Megaupload

Kelompok hacktivist Anonymous mengaku melakukan serangan terhadap sejumlah situs.

Jum'at, 20 Januari 2012, 12:00 WIB
Bayu Galih
Ilustrasi hacker  

VIVAnews - Sehari setelah aksi protes terhadap Rancangan Undang-Undang Anti Pembajakan Online (SOPA) dan RUU Perlindungan Properti Intelektual (PIPA), aparat federal Amerika Serikat melakukan penindakan terhadap situs file-sharing Megaupload, yang dinilai melakukan pelangaran hak cipta (copyright). Pendiri situs itu pun ditahan dengan tuduhan berkonspirasi melakukan pembajakan.

Beberapa jam kemudian, perlawanan pun dilakukan terhadap tindakan tegas yang dilakukan aparat hukum AS dalam mengatasi masalah pembajakan di internet. Kelompok hacktivist bernama Anonymous pun mengklaim melakukan peretasan (hacking) terhadap situs Kementerian Kehakiman AS.

Senjata favorit yang digunakan Anonymous ini dinamakan serangan "distribute denial of service" (DDoS). Caranya adalah dengan mengirim banjir trafik ke suatu website, yang kemudian mengalami crash akibat gangguan di server-nya. Biasanya, ini tidak melibatkan peretasan terkait keamanan situs.

Hasil serangan ini pun kemudian diumumkan dalam sebuah tweet dari akun @AnonOps. "Tango down! http://universalmusic.com & http://www.justice.gov// #Megaupload".

Sesuai keterangan di tweet itu, pihak Universal Music juga menjadi target serangan, dan situs itu memang tak bisa dibuka saat VIVAnews mencoba untuk mengakses.

Ini merupakan serangan terbesar yang dilakukan Anonymous. Setidaknya ada 5.635 orang menggunakan tool jaringan yang dinamakan "a low orbit ion cannon" atau A LOIC. Ini merupakan tool yang digunakan untuk mengirim banjir trafik ke target yang dijadikan sasaran.

Pihak Kementerian Kehakiman AS mengakui memang sempat ada masalah di situsnya. "Tapi kami belum yakin dari mana asal masalah itu," kata juru bicara Kementerian.

Selain itu, asosiasi industri rekaman dan industri layar lebar pun menjadi sasaran. Situs milik Recording Industri Association of America (RIAA) dan Motion Picture Association of America (MPAA) juga mengalami permasalahan serupa, sehingga harus offline. Perlu diketahui, selama ini industri rekaman dan industri layar lebar dianggap menjadi pendukung terbesar dari RUU SOPA dan PIPA.

Juru bicara RIAA pun mengutuk 'serangan' ini. "Fakta bahwa sejumlah situs mengalami masalah ini memang sangat terkait berita penutupan salah satu situs file-sharing berbahaya (akibat melakukan pembajakan)," ucapnya.

Adapun, Megaupload ditindak dengan tuduhan merugikan para pemegang hak cipta (copyright) senilai lebih dari US$ 500 juta. Penindakan ini juga berdasarkan banyaknya keluhan atas materi yang dibajak.

Dua pendiri Megaupload, Kim Dotcom (bernama asli Kim Schmitz) dan Mathias Ortmann telah ditangkap di Auckland, New Zealand, bersama dua pegawai lain yang dianggap terlibat. Tiga tersangka lain dikabarkan masih dalam pencarian. | CNN | BBC



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Dasar Negara Perusk Lu...Internet 4sharing Not For Sale..!!!!!!!!!!!!! Stop SOPA, PIPA & ACTA..Bayangin klo dunia tnpa Internet..kita bkalan balik ke Zaman Batu > Dongo..!!
Balas   • Laporkan
bitchanatomy
21/01/2012
anjrit g br ngerti... ternyata kita dah ngak bisa donload lagiiiiii!!!!!dipikir kasian juga yg dibajak... dah cape2 menciptakan sesuatu yg g tau susah bgt tapi tinggal di bajak... kayanya SOPA dan PIPA adl jalan terbaik...
Balas   • Laporkan
strongmouth26 | 24/01/2012 | Laporkan
masalah bajak membajak emang tergantung kesadaran masyarakatnya. saya harap sdr. bitchanatomy memahami juga kalo indo negara berkembang yg sedikit banyak hrs download,upload
norach212 | 22/01/2012 | Laporkan
gan gan,, bayangin dong ntar internet gag bisa bwt donlot, nonton, ulod dll anti SOPA stgh mati !!
adhip1 | 22/01/2012 | Laporkan
dukung ini gan ? udah bnyak duit utk bli musik, film, software dll original smua ? indonesia jg bnyak pembajak, server idws bnyak data" penting di sana. 1 aja ada software yg melanggar, langsung di tutup tuh server. Klo agan upload video di youtube( kyak
andika.mechanic
21/01/2012
bukan mulut yg bicara...tp uanglah yg bicara....???
Balas   • Laporkan
imamcerdas
21/01/2012
Anti-SOPA & PIPA
Balas   • Laporkan
mxol
20/01/2012
Uang dimanapun tetap berkuasa ...
Balas   • Laporkan
..semakin canggih, smakin pinter, tambah ga karu-karuan aja tu orang2..
Balas   • Laporkan
aye_ganteng
20/01/2012
sekalian aja google, wikipedia, bing ditutup semua. kita semua kembali ke buku. SOPA n PIPA hanya demi keuntungan semata. go back flinstone era...
Balas   • Laporkan
t.r.o.y
20/01/2012
VIVA ANONYMOUS..GO..GO..GO..!! STOP SOPA/PIPA.. INTERNET FOR SHARING..NOT FOR SALE..
Balas   • Laporkan
ragrag
20/01/2012
untung saya ga di tangkap
Balas   • Laporkan
budiarno.pedode | 20/01/2012 | Laporkan
hahahaha..... hati-hati mas, ntar diciduk intelpol...
timbul777 | 20/01/2012 | Laporkan
ga ada untungnya nangkap kamu . . . rugi . . over PD . . .
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ