Sains & Teknologi

Tolak SOPA, Google Tawarkan Alternatif

RUU itu memungkinkan polisi AS menutup situs Internet, walau hanya karena tautan atau link

Kamis, 19 Januari 2012, 12:59 WIB
Bayu Galih
RUU SOPA dan PIPA (gadgetan.com)

VIVAnews - Sejumlah situs besar secara tegas menyatakan penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Anti Pembajakan Online (SOPA) dan RUU Perlindungan Properti Intelektual (PIPA). Salah satunya adalah Google, yang menilai SOPA sebagai bentuk sensor di internet.

Kemarin, Google pun menghitamkan logo di halaman pencarinya selama sehari. Ini merupakan simbol bahwa aturan yang dimuat SOPA akan menjadikan masa depan internet gelap, karena sejumlah situs akan dipaksa untuk menutup akses ke situs yang dianggap memuat konten yang dinilai hasil pembajakan.

Tapi ini bukan berarti Google menolak adanya aturan yang mengatur soal pembajakan di internet. Google pun kemudian menyodorkan aturan alternatif pengganti SOPA, yaitu OPEN.

OPEN atau Online Protection and Enforcement of Digital Trade merupakan Rancangan Undang-Undang yang pernah diajukan oleh Darrel Issa, anggota Kongres asal California dari Partai Republik.

Lalu apa beda OPEN dengan SOPA/PIPA? Bedanya pada penindakan. SOPA/PIPA akan memungkinkan Departemen Kehakiman AS untuk meminta polisi menutup situs yang menyediakan tautan ke sejumlah situs yang dianggap memiliki konten pembajakan. Jelas ini merupakan ancaman bagi situs mesin pencari seperti Google.

Sedangkan OPEN, penindakan yang diatur bersifat lebih lunak. Dalam aturan di OPEN, Komisi Perdagangan Internasional (International Trade Commision) akan menjadi lembaga yang mengatasi sengketa hukum terkait pembajakan.

Walaupun berasal dari Partai Republikm Issa digambarkan sebagai sosok pengguna internet liberal. Issa memiliki konsep untuk tidak merusak internet dalam membuat sebuah legislasi.

Issa dikabarkan akan memperkenalkan OPEN ke Kongres AS, tak lama setelah penolakan terhadap SOPA/PIPA muncul.

Google pun bukanlah pendukung tunggal atas aturan OPEN ini. Penolak SOPA terbesar, Reddit, juga disebut mulai 'melirik' OPEN, walau belum memberikan dukungan secara penuh. General Manager Reddit, Erik Martin, mengatakan OPEN sebagai "awal yang baik". (ren) | Mashable | Google-Blog



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
kalo ga mau kena bajak simpan karyanya d peti baja sklian..!! jgn pake undang2 bgni,,!!| mau bwt kami kembali k abad 17an? G A P T E K!!!!
Balas   • Laporkan
basmi org2 nya ..!! WTF..!!!
Balas   • Laporkan
HANCURKAN SOPA-PIPA TERAPKAN/APLIKASIKAN OPEN dari GOOGLE
Balas   • Laporkan
matt.d.fishbone
20/01/2012
stop sopa....or we against
Balas   • Laporkan
afebrinazula
20/01/2012
bisa menderita, jika SOPA d setujui!!
Balas   • Laporkan
mmmhh ... ada kemungkinan non US buat silicon valley tandingan ga ya ? polar nya masih US Semua nih. harapannya juga open source
Balas   • Laporkan
musmus
19/01/2012
hidup tanpa internet, bagai taman tak berbunga ooo.... #singing
Balas   • Laporkan
primatamanabil
19/01/2012
SEMUA, TOLAK SOPA DAN PIPA, DUKUNG OPEN! Tapi, kenapa sih SOPA dan PIPA ada? Emaang apa salahnya dengan internet? Banyak yang bajakan sih webnya, tapi kenapa Google, Wiki, Youtube, Facebook, Twitter, Reddit, dan lain juga harus kena? DANG! >_
Balas   • Laporkan
vivanews01
19/01/2012
pembajakan atau bukan adalah nota keberatan dari yang merasa dibajak, jadi silahkan saja ber keberatan kalau hasil karyanya merasa di bajak dan di online kan nanti google atur supaya hanya melihat yang asli.....jadi simpan saja karya mu itu di lemari.
Balas   • Laporkan
t.r.o.y
19/01/2012
Capitalism has begin..if this program applied.. kreatifitas & informasi jd terbatas..dikit2 bayar pastinya..no social networking,,no shared information,,No upload & download again.. kembali lg ke jaman purba..
Balas   • Laporkan
byu27 | 19/01/2012 | Laporkan
Kembali ke zaman batu.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ