Sains & Teknologi

Kimia Farma Ciptakan Obat Redakan AIDS

Obat ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian dan risiko penularan pada orang lain.

Kamis, 8 Desember 2011, 18:44 WIB
Muhammad Firman
Virus HIV menempel pada sel (io9)

VIVAnews - Dinas Kesehatan Provinsi Jatim melansir perkembangan virus HIV dan penderita AIDS terus meningkat. Surabaya menempati urutan pertama di Jatim, dengan jumlah 20 ribu penderita yang tercatat di tahun 2010 lalu. Sebanyak 6 ribu di antaranya positif mengidap HIV/AIDS.

"Itu data yang berhasil diungkap," kata Mudjib Afan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim di Seminar HIV/AIDS di Surabaya, Kamis 8 Desember 2011.

Terkait upaya pencegahan meningkatnya virus HIV/AIDS, produsen obat Kimia Farma mengaku telah menciptakan obat yang berfungsi melemahkan perkembangbiakan virus HIV. Obat tersebut bernama ARV.

Obat ini bertujuan untuk menurunkan angka kematian, penurunan frekuensi rawat inap di rumah sakit, pemulihan kekebalan tubuh, serta penurunan risiko penularan pada orang lain.

"Obat ini diawali oleh sebuah riset yang dilaksanakan pada tahun 2004 lalu. Obat ini sendiri sudah kami edarkan secara resmi,” kata Sjamsul Arifin, Direktur Utama PT Kimia Farma, pada kesempatan yang sama.

Sementara itu, Dr. Endah Citraresmi Staf Kementerian Kesehatan menjelaskan perilaku seks menyimpang masih menjadi faktor paling dominan yang menyumbang tingginya angka virus HIV/AIDS di Indonesia, termasuk di Jatim. Di urutan kedua adalah pengguna jarum suntik secara bergantian. (Laporan: Tudji Martudji, Surabaya)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
a2nakrom
12/12/2011
promosi
Balas   • Laporkan
strongmouth26
08/12/2011
udah sejak 1997 ada, sekarang lg mengembangkan yg lini 2.
Balas   • Laporkan
freaky_vq
08/12/2011
yang saya tahu obat HIV yg dah di produksi Kimia Farma itu Duviral, obat yg bisa di dapat para ODHA yg sedang terapi ARV secara gratis
Balas   • Laporkan
stronguardian
08/12/2011
haduuuh... yg kek gini nih yang nyesatin masyarakat. ARV aka Antiretroviral itu udah ada dari kapan tau... dan emang udah jadi terapi buat ODHA... so, kawan2.. ARV ini sudah disubsidi pemerintah.. jadi GRATIS! hmm.. tpi mungkin baru di RS besar aja. :)
Balas   • Laporkan
mahal gk obatnya? bisa dijangkau ma masyarakat gk mampu?
Balas   • Laporkan
nama obatnya apa..?
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ