Sains & Teknologi

Pekan Depan Satelit 6,5 Ton Bisa Hantam Bumi

Ada 1:3.200 peluang bahwa kepingan satelit akan menghantam manusia yang ada di darat.

Sabtu, 17 September 2011, 12:10 WIB
Muhammad Firman
Upper Atmosphere Research Satellite (UARS), satelit milik NASA yang siap menghantam Bumi. (space.com)

VIVAnews - Para pakar sampah luar angkasa NASA telah mengoreksi perhitungan mereka terhadap antisipasi jatuhnya sebuah satelit raksasa. Kini, badan luar angkasa AS itu memperkirakan, satelit pemantau cuaca berbobot 6,5 ton itu akan jatuh menghantam Bumi Jumat depan, 23 September 2011--sehari lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya.

Satelit ruang angkasa Upper Atmospheric Research Satellite (UARS) sebesar bus itu diluncurkan pada tahun 1991 dan sudah dimatikan pada tahun 2005 setelah menuntaskan misinya.

“Satelit itu diperkirakan akan kembali masuk ke Bumi pada 23 September, plus minus satu hari,” kata Beth Dickey, juru bicara NASA, seperti dikutip dari Scientific American, 17 September 2011. “UARS masuk lebih cepat karena Matahari mengalami peningkatan aktivitas secara signifikan mulai pekan ini."

Seperti diketahui, radiasi Matahari bisa menghasilkan efek dorongan ekstra terhadap satelit di ruang angkasa karena mereka bisa memperpanas atmosfir Bumi dan menyebabkannya jadi memuai. Lalu, di mana UARS akan jatuh?

NASA belum memiliki gambaran di mana satelit raksasa itu akan jatuh. Diperkirakan, setidaknya akan ada 26 potongan satelit itu yang mampu bertahan dari panasnya temperatur akibat gesekan dengan atmosfir Bumi.

Kepingan-kepingan titanium dan tanki bahan bakar kemungkinan akan jadi salah satunya. Untungnya tidak ada bahan bakar beracun yang akan jatuh karena seluruh bahan bakar milik satelit itu sudah habis digunakan pada tahun 2005 lalu.

Menurut kalkulasi NASA, pecahan-pecahan itu akan jatuh tersebar di kawasan seluas 804 kilometer persegi. Ada peluang sebesar 1:3.200 bahwa kepingan bisa menghantam manusia yang sedang berada di daratan. Namun demikian, jika mengingat sebagian besar kawasan Bumi merupakan lautan, tampaknya satelit itu akan langsung jatuh ke laut.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Abimas
26/09/2011
wao........
Balas   • Laporkan
udin
23/09/2011
toooooooooooooooooobatttttttt
Balas   • Laporkan
wah jdi penasara besok pagi jatuhnya
Balas   • Laporkan
yogie
23/09/2011
mudah"han jatuh nya d laut biar ga makan korban sama sekali.. amin
Balas   • Laporkan
bung ali
23/09/2011
mudah mudahan jatohnya di amerika biar ancur dah tuh amerika
Balas   • Laporkan
H 454 NT
23/09/2011
mudah-mudahan jatuhnya balik ke yang punya...
Balas   • Laporkan
ryan
21/09/2011
rezeki nomplok tuch bagi bisnis besi tua..
Balas   • Laporkan
nice
20/09/2011
pemulung bisa sejahtera klo bisa mungut itu
Balas   • Laporkan
harli
20/09/2011
mudah"an ngak jtuh di daerah gue ! :)
Balas   • Laporkan
Niko Ferdian
20/09/2011
Mudah2an jatuh di gubuk belakang rumah gue,,, kan bisa minta ganti rugi sama amrik 1 juta dollar.
Balas   • Laporkan
andryanslash | 22/09/2011 | Laporkan
kalo jatoh beneran mampus loe... hahaha
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ