Sains & Teknologi

Sehari 5 Juta Kopi Lagu Dibajak di Indonesia

Sehari, sekitar 5 juta kopi lagu yang dibajak dari internet dan hasilnya disebarluaskan.

Selasa, 28 Juni 2011, 17:14 WIB
Muhammad Firman
Dalam sehari, sekitar 5 juta kopi lagu yang dibajak dari internet dan hasilnya disimpan dalam bentuk CD untuk dikonsumsi secara liar.  

VIVAnews - Sekretaris Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Iriana Djajaatmadja menegaskan, saat ini pembajakan di Indonesia menunjukkan angka memprihatinkan.

Pembajakan, kata Bambang, dilakukan melalui media internet yang memang menyediakan fasilitas aktivitas yang telah merugikan negara miliaran rupiah itu.

“Dalam sehari, sekitar 5 juta kopi lagu yang dibajak dari internet dan hasilnya disimpan dalam bentuk CD untuk dikonsumsi secara liar,” kata Bambang, Selasa 28 Juni 2011.

Bahkan, Bambang menyebutkan, ada lagu yang belum dijual di pasar, tetapi sudah dikonsumsi banyak orang. “Ini jelas menimbulkan kerugian yang besar bagi artis yang bersangkutan,” ujar Bambang.

Era internet memang tidak diragukan lagi keberadaannya dalam mengakses komunikasi dan informasi. Sayangnya, aksesibilitas kebebasan untuk menggunakan internet ini juga tanpa ada regulasi yang jelas.

“Semua orang mencapolok apa yang menjadi ciptaan orang lain dalam internet,” kata Bambang. “Sekalipun belum ada regulasi yang jelas, namun tindakan tersebut sudah melanggar HAKI,” ucapnya.

Download lagu, salah satu dari sekian banyak contoh yang sebenarnya adalah pencipta lagu dan penyanyi yang mempunyai hak patennya, bisa diakses dan menjadi domain publik. “HAKI melalui media Internet ini memang belum mempunyai aturan yang jelas. Mana yang menjadi hak pribadi dan mana hak umum. Sekarang masih dalam tahap penggodokan,” ungkapnya.

Bambang mengharapkan, Menkoinfo yang memiliki kewenangan menggodok peraturan ini segera menelurkannya menjadi undang-undang  sehingga regulasinya jelas. “Biar akses internet itu memiliki regulasi yang jelas. Biar semua masyarakat membatasi diri mana yang menjadi milik pribadi dan mana yang menjadi domain publik,” ucapnya.

Namun, tidak dapat disangkal bahwa animo masyarakat untuk menggunakan internet sebagai kebebasan asasi sangat tinggi. “Tetapi tetap perlu ada rambu-rambu untuk memperjelas kebebasan menggunakan informasi itu. Ada skup-skup tertentu yang harus dipatuhi,” ucap Bambang.

“Sangat sulit untuk melarang atau membatasi masyarakat untuk mendownload lagu,” kata Bambang.” Walaupun itu merupakan pelanggaran HAKI, tetapi itu sama sulitnya dengan  memberantas situs-situs porno. Membatasi untuk mendownload lagu itu sulit sekali,” ucapnya.

Bambang mengatakan, dalam era internet atau server seperti sekarang, sangat susah menemukan suatu cara untuk  bisa menghormati karya orang lain. Sangat dibutuhkan suatu pendidikan kultur yang bisa menghormati kelebihan karya orang lain.

“Sebenarnya kita harus dikembalikan ke budaya masing-masing agar bisa menghormati apa yang menjadi karya orang lain,” ujar Bambang.

Dalam upaya penanggulangan terhadap menjamurnya pelanggaran HAKI, Menkumham dan Menkoinfo telah melakukan koordinasi untuk membuat suatu peraturan. “Bukan dalam bentuk UU, tetapi dalam bentuk peraturan kecil agar seyogianya masyarakat sadar mana yang menjadi haknya dan mana yang menjadi hak orang lain,” ucap Bambang.

Laporan: Bobby Andalan | Bali

• VIVAnews
Rating
Komentar
devil84
22/01/2012
baru jg ngerugiin milyaran rupiah udah kaya kebakaran jenggot.... noh koruptor2 udah ngerugiin trillyunan masih pd nyantai... dasaar kaga pnya OTAK
Balas   • Laporkan
pakeotak
04/07/2011
kalo yang ori dijual 5rb perak pasti laku 5jt kopi per hari daripada yg ori dijual 200rb tapi dibajak 5jt kopi per hari kamu pilih mana????... ya maklum lah coz yang ori khusus orang kaya. orang miskin kyak kita pantesx diteriakin maling....
Balas   • Laporkan
Lumpur Lapindo
01/07/2011
Maling teriak maling urusin tuhhh...Lumpur Lapindo Berkaca dulu....
Balas   • Laporkan
karjoe
30/06/2011
ori=beras omm
Balas   • Laporkan
cuper
30/06/2011
"dari pada beli yang ori mendingan beli nasi"hahah mungkin seperti itu, gak akan bisa makan kalo beli yang ori mah....mungkin.. buat rakyat agar sejahtera byar bsa beli kaset ORIGINAL
Balas   • Laporkan
crukcuk
30/06/2011
harusnya yang di atas juga pintar.. lihatlah windows, sekarang pengguna windows bajakan sudah berkurang drastis semenjak ada paket murah dengan laptop. dan toko2 penyewaan dvd software di grebek.
Balas   • Laporkan
novenda
30/06/2011
ya maap pak bos bukan niat kita mengcopy tapi keadaan yang buat begini, kemiskinan dimana mana sedangkan kita orang miskin juga butuh hiburan terutama lagu, beli yang asli juga g kuat,mumpung ada warnet manfaatin saja,kan lumayan menghemat uang
Balas   • Laporkan
saint seiya
28/06/2011
Gak punya duit om buat beli yang ori...ya terpaksa unduh dari Internet mumpung ada yang share..ni baru aja download per album...ya sebagai pelipur lara abis gak bisa korupsi..
Balas   • Laporkan
danangbho89 | 29/06/2011 | Laporkan
setubuh om!!heheheh
kaey | 28/06/2011 | Laporkan
setuju om..!
rahs_hata
28/06/2011
bagaimana masyarakat mau sadar???? kalau para pemimpin2nya tidak sadar2 disemua aspek kehidupan
Balas   • Laporkan
novenda | 30/06/2011 | Laporkan
setu mas brow.... cb pimpinannya memberi contoh pasti masyarakat juja akan sadar ko"
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ