Ada lubang keamanan serius ditemukan pada browser Apple Safari. Khususnya versi yang berjalan di sistem operasi Microsoft Windows. Lubang keamanan tersebut bisa dieksploitasi oleh hacker untuk mencuri informasi pribadi milik pengguna komputer yang bersangkutan ketika menjelajah internet.
Informasi mengenai celah keamanan pada Safari itu disampaikan Brian Mastenbrook, seorang pengembang software open source.
"Safari ternyata rapuh terhadap serangan yang memungkinkan situs berbahaya membaca file-file yang ada di harddisk komputer tanpa sepengetahuan pengguna yang bersangkutan," kata Brian Mastenbrook, seperti dikutip PCWorld, 15 Januari 2009. Menurutnya, lubang keamanan itu bisa dimanfaatkan oleh hacker jika pengguna browser Safari itu membuka atau menjalankan RSS feeds.
Selain pengguna Windows, pengguna sistem operasi MacOS X 10.5 juga mengalami masalah yang sama, bahkan meskipun mereka tidak menggunakan browser safari. Mastenbrook menyarankan pengguna untuk mengganti browser mereka sampai Apple meluncurkan tambalan atau update terhadap browser itu.