Sains & Teknologi

NASA Buktikan Teori Relativitas Einstein

"Saat bumi berotasi, madu di sekitarnya membentuk pusaran, begitu pula ruang dan waktu."

Jum'at, 6 Mei 2011, 14:32 WIB
Bayu Galih
Ilustrasi satelit (NASA)

 

VIVAnews - Alat pengukur gravitasi milik Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil membuktikan dua asumsi kunci yang dicetuskan Albert Einstein dalam teori relativitas. Teori ini dicetuskan oleh Einstein pada 52 tahun yang lalu.

Misi The Gravity Probe-B (GP-B) diluncurkan pada tahun 2004 untuk mempelajari dua asumsi Einstein. Pertama, mengenai efek geodesi, atau adanya lengkungan ruang dan waktu di sekitar gravitasi. Kedua, asumsi mengenai frame-dragging, yang menjelaskan jumlah struktur ruang-waktu yang terpilin akibat rotasi suatu massa.    

"Bayangkan bumi seakan-akan terbenam di benda seperti madu," kata Francis Everitt, peneliti Stanford University yang juga peneliti utama GP-B. "Ketika bumi berotasi, madu di sekitarnya akan membentuk pusaran yang mengikuti (swirl), begitu pula dengan ruang dan waktu," demikian analogi Everitt.

Gravity Probe-B menggunakan empat gyroscope (pengukur orientasi) dengan tingkat ketepatan ultra tinggi untuk mengukur dua hipotesa gravitasi ini. Alat ini kemudian mengkonfirmasi kedua efek gravitasi dengan mengarahkan alat ini ke bintang yang disebut IM Pegasi, untuk menciptakan presisi yang netral.

Jika gravitasi tidak berdampak terhadap ruang dan waktu, maka gyroscope GP-B akan menunjuk ke arah yang sama saat probe itu berada di kutub orbit sekitar bumi. Bagaimana pun, gyroscopes memiliki perubahan kecil tapi terukur terhadap arah putaran daya tarik bumi.

"Hasil misi ini akan memiliki dampak jangka panjang terhadap teori yang dimiliki ahli fisika," kata Bill Danchi, ahli antrofisika dan pengamat di Markas Nasa di Washington.

"Setiap teori yang meragukan teori Einstein dalam hal relativitas umum akan mencoba untuk mencari hasil pengukuran yang tepat dari yang telah dilakukan GP-B," lanjut Danchi.

Hasil ini menjadi proyek terpanjang yang dilakukan NASA, yang telah terlibat dalam penelitian gyroscope untuk relativitas sejak 1963.   

Penelitian dan percobaan yang dilakukan selama berpuluh tahun ini telah merintis teknologi untuk mengendalikan gangguan yang bisa mempengaruhi pesawat ulang-alik, seperti daya tarik aerodinamis, medan magnet, dan variasi hawa panas. Lebih jauh, misi pelacak bintang dan gyroscope NASA merupakan alat dengan presisi tertinggi yang pernah didesain dan diproduksi.   

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
parulian sinaga
23/08/2011
antara fisika dan sains
Balas   • Laporkan
yuno
09/05/2011
sebelum teori reltivitas ditemukan (bukan diciptakan) Einstein, Rasullulloh telah membuktikan melalui Isra Miraj. Diperlihatkan-Nya surga dan neraka, padahal kiamatpun belum tiba. Subhanalloh.
Balas   • Laporkan
brothadeo | 12/05/2011 | Laporkan
Tukang klaim lagi kumat.
santoso2009
08/05/2011
sebenarnya misteri ruang dan waktu hanya Allah yang paling mengetahui, manusia hanya diberikan pengetahuan sedikit.
Balas   • Laporkan
ceppy
08/05/2011
Lihat langit dan bumi,Niscaya kalian akan melihat kebesarankan KU,,,Bravo NAsa,,tunjukkan tentang misteri dunia ini,,kapan Indonesia akan menyusul dengan penemuan ilmiah macam nie
Balas   • Laporkan
mikangkung
07/05/2011
komennya ga nyambung.. baca dulu yg bener..
Balas   • Laporkan
viva02
06/05/2011
ga nyambung nh komen.
Balas   • Laporkan
miguno
06/05/2011
hore...aq pengomen pertama..... yang namanya teori dari manusia ya maklum kalo salah..... apalagi jaman dahulu...seiring berjalannya teknologi, rumus baru akan ditemukan untuk menyempurnakan yang terdahulu...bagai mana pun itu, Allah lah yang maha mengeta
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ