Sains & Teknologi

Misteri 'Medan Magnet' Banyumas Terjawab

Fenomena ilusi gravitasi atau ilusi optik ini juga terjadi di Gunung Kelud, Jawa Timur.

Selasa, 19 April 2011, 14:11 WIB
Ismoko Widjaya
Kutub utara dan selatan bumi serta medan magnet (mnh.si.edu)

VIVAnews - Ilmuwan membantah adanya fenomena medan magnet raksasa di Banyumas, Jawa Tengah. Peristiwa bergeraknya kendaraan seperti ditarik ke arah atas sebuah 'tanjakan' di jalan kecil itu bukan karena magnet, melainkan ilusi gravitasi.

"Ini hanya ilusi optik atau ilusi gravitasi," kata pakar geologi dari Universitas Soedirman Purwokerto, Muhammad Azis, dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Selasa 19 April 2011.

Azis saat ini masih berada di lokasi yang menghebohkan warga itu, di Desa Limpakus, Kecamatan Sumbang. Lokasi yang menghebohkan ini adalah sebuah jalan kecil yang bersanding dengan wilayah lembah atau jurang kecil.

Bila disusur dari arah utara ke selatan, secara kasat mata jalan kecil ini terlihat seperti sebuah tanjakan di arah selatan. Nah, saat mobil atau motor yang tidak dinyalakan mesinnya berdiri di atas lokasi itu, keduanya bergerak ke arah puncak tanjakan. Seperti ditarik oleh sesuatu.

Azis melakukan dua percobaan sederhana di lokasi itu. Pertama, percobaan mendasar yakni dengan menggunakan alat bantu arah mata angin, kompas. Kompas yang digunakan di lokasi itu tidak terganggu sama sekali.

Menurut Azis, bila di lokasi itu ada medan magnet raksasa, maka jarum pada kompas akan bergerak kacau tidak beraturan. "Tapi ini tidak, kompasnya normal," kata Azis. Dengan kompas ini sebenarnya sudah cukup bukti bahwa di lokasi itu tidak ada medan magnet.

Azis mencoba melakukan percobaan sederhana kedua. Dia melempar botol air mineral plastik ke arah utara. Botol itu ternyata jatuh ke arah selatan. "Ini artinya, di lokasi itu sebenarnya bukan tanjakan, tapi turunan," kata pria yang juga pakar Petrologi Mineralisasi ini.

Ternyata, lokasi yang terlihat seperti tanjakan itu sebenarnya adalah turunan. Azis pun meneliti kemiringan di lokasi itu. "Benar, di situ adalah turunan dengan kemiringan atau elevasi 2 derajat," ujar dia. Kemiringan 2 derajat itu berada sepanjang sekitar 18 sampai 20 meter. Fenomena ilusi gravitasi atau ilusi optik ini juga terjadi di Gunung Kelud, Jawa Timur.

Meski demikian, Azis mengakui batuan di lokasi itu memang memiliki sifat magnetik. "Permukaan batuan di sini memang terdiri dari lava andesit. Itu memiliki sifat magnetik," ujar pria lulusan pascasarjana Institut Teknologi Bandung ini. Lihat VIDEO: 'Medan Magnet' di Banyumas.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
sheilafister
19/04/2011
Wah kalau pake gambar sket tampak samping bisa lebih jelas nih...
Balas   • Laporkan
dneous
19/04/2011
Ilusi Gravitasi (Ilusi Optik) ? tambah keren aja tuh istilahnya... diteliti dong kenapa bisa begitu... Kami orang awam menunggu jawabannya...
Balas   • Laporkan
lomy212
19/04/2011
Iya nih mestinya para wartawan bawa waterpass..biar dia yg mengukur..ini tanjakan atau turunan....jadi beritanya bukan fitnah.dan menyudutkan suatu kebenaran.
Balas   • Laporkan
crukcuk
19/04/2011
gak perlu pake alat canggih. pake waterpass aja kelihatan langsung. tradisional :D
Balas   • Laporkan
andi_rider
19/04/2011
Kalau kompas saja tidak ada reaksi ya intinya memang benar di situ ilusi gravitasi, tdk hnya di Indonesia, di luar negeri jg banyak!!!!
Balas   • Laporkan
aisahana
19/04/2011
Buktikannya gampang, tracking aja pake GPS trus cek elevasinya pasti memang turun, ini hanya tipuan mata.. tol cipularang arah jakarta juga gitu, ada yg seperti tanjakan tp sebenarnya turun... hal spt ini gak perlu ilmuwan.
Balas   • Laporkan
lomy212
19/04/2011
Ada cara yg lebih mudah.pakai saja ban tanpa pelk dan gelindingkan..bila ban itu meluncur turun dan mobil tanpa di hidupkan naik ke atas bearti jelas ada medan mahgnit di situ...dan janganlah mengingkari keajaiban alam,yg telah terbukti.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ