Sains & Teknologi

Permukaan Bumi Semakin Bergerak ke Utara

Pergeseran lebih besar dibanding perkiraan awal. Meski demikian, itu belum signifikan.

Selasa, 28 September 2010, 11:17 WIB
Muhammad Firman
  (AP Photo/NASA)

VIVAnews - Saat Anda membaca artikel ini, permukaan bumi di bawah Anda bergerak secara perlahan-lahan menuju ke kutub utara. Menurut sejumlah ilmuwan, pergeseran ini lebih besar dibandingkan dengan yang mereka perkirakan. Akan tetapi, di luar efek minor pada satelit, tidak ada efek signifikan yang akan terasa.

Peneliti menemukan, pergeseran massa air di seluruh dunia, dikombinasikan dengan apa yang disebut dengan post-glacial rebound, telah menggeser permukaan bumi dari pusatnya sebanyak 0,035 inci atau 0,88 milimeter per tahun ke arah kutub utara.

Post-glacial rebound merupakan efek balik dari permukaan padat bumi terhadap berkurangnya gletser dan hilangnya beban berat. Dengan berkurangnya gletser pada akhir jaman es, tanah di bawah es mulai naik dan terus naik. Untuk itu, seperti sudah diperkirakan, lapisan padat di permukaan akan bergerak ke utara sebagai efek dari pusat massa planet.

Saat menghitung perubahan ini, para ilmuwan mengombinasikan data gravitasi dari NASA dan satelit German Aerospace Center Gravity Recovery and Climate Experiment (GRACE) yang mengukur pergerakan permukaan bumi lewat GPS dan model yang dikembangkan oleh Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA yang memperkirakan massa samudra di atas setiap titik di dasar samudera.

Xiaoping Wu, peneliti JPL di Pasadena, California memperkirakan, penyebab utama pergeseran permukaan bumi adalah karena melelehnya lapisan es Laurentide, yang menyelimuti sebagian besar Kanada dan bagian utara Amerika Serikat di jaman es lalu.

“Temuan baru ini ternyata jauh lebih besar dibandingkan perkiraan terdahulu yang hanya 0,019 inci atau 0,48 milimeter per tahun,” kata Wu, seperti dikutip dari Livescience, 28 September 2010.

Meski demikian, Wu menyebutkan, pergerakan permukaan ke arah atas tidak akan mempengaruhi kehidupan di bumi. “Pergeseran itu kurang dari satu milimeter per tahun, jadi tidak berpengaruh,” kata Wu. “Beda halnya jika pergeseran mencapai 1 sentimeter. Itu akan menghadirkan perubahan yang signifikan,” ucapnya.

Walaupun pergerakan lempeng tidak mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari, pergeseran ini akan berpengaruh pada pelacakan satelit dan pesawat luar angkasa. “Seatelit di orbit di mencatat informasi dari luar angkasa dan berkorespondensi dengan instrumen yang ada di permukaan bumi,” kata Wu. “Pergerakan ini akan berpengaruh pada bagaimana kita melacak pesawat atau satelit tersebut,” ucapnya.

Laporan terbaru seputar pergeseran permukaan bumi tersebut dibuat oleh para peneliti dari JPL, Delft University of Technology di Belanda, serta Netherlands Institute for Space Research. Hasilnya dipublikasikan pada jurnal Nature Geoscience edisi bulan ini. (umi)

Baca juga:

Gadis Ini Lelang Keperawanan Demi Ibu

 

Ini Mobil Termahal Dunia, Harga Rp20 Miliar

Alien Marah lalu Matikan Rudal Nuklir Amerika Serikat

Foto Seksi Tika Putri Beredar di Internet

Alasan Harga Emas Melambung Tinggi

Once Hengkang dari Dewa, Ini Jawaban Ahmad Dhani

Gaji Bos Danamon Kalahkan Bos Mandiri dan BCA



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
cipto wijoyo
31/01/2011
foto & artikel mayat brjalan d toraja dan foto kerajaan nabi sulaiman nya mana,..?
Balas   • Laporkan
oryza
31/01/2011
waahh tanda bumi makin tua.......harusnya manusia sadar....bumi mkin tua bukannya berhenti mlakukan perusakan...tambah makin meningkan.....manusia - manusia......(serakah dan tamak).
Balas   • Laporkan
adidata
31/01/2011
2012 ada badai besar di corona matahari - bisa mencairkan mendadak es kutub - shg kemungkinan besar equator bisa mendadak geser jd kutub - tenang UFO udh siap selamatin species manusia dg pesawat2 induknya --- mereka sadar semua kehidupan harus ttp ada.
Balas   • Laporkan
elang priyogo
31/01/2011
wah, jutaan tahun yang lalu bisa jadi indonesia ada di kutub selatan, kutub selatan ada di khatulistiwa. dan mungkin saja suatu saat nanti indonesia akan berada di kutub utara, mengingat bumi berputar ke utara. keren..
Balas   • Laporkan
deecha
04/01/2011
semoga ni g menjadikan bencana lebih banyak lagi..
Balas   • Laporkan
Juit
28/09/2010
KEREN
Balas   • Laporkan
FAIZAH NAILIYAH
28/09/2010
astagfirulla hal-adzim, ya allah selamatkan duniaku agar anak cucu kami masih bisa menikmati indahnya dunia yg kau ciptakan
Balas   • Laporkan
ade Firmansyah
28/09/2010
itu smua dah kehendak Allah Swt,,,,,,,, mudah-mudahan sj tdak terjadi apa yg tidak kita harapkan........ belum kawin ni........
Balas   • Laporkan
putra
28/09/2010
god bless us
Balas   • Laporkan
hersya
28/09/2010
smua yang asalnya tidak ada, pasti mengalami siklus diciptakan rusak n tak ada lagi....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ