VIVAnews - Memasuki pekan ketiga bulan Ramadan 1431H, trafik lalu lintas mudik ke luar Jabodetabek perlahan-lahan mulai meningkat. Sama halnya dengan kendaraan bermotor, di masa lebaran trafik telekomunikasi seluler di dalam Ibukota pun perlahan menurun drastis.
"Trafik telekomunikasi seluler in-line dengan jumlah pelanggan. Sebab itu, trafik seluler di Jakarta perlahan-lahan akan turun seiring penduduknya melakukan aktivitas mudik ke daerah-daerah," kata Yudianto, GM Network Quality PT XL Axiata Tbk (XL), dalam keterangannya di Jakarta, Kamis 2 September 2010.
"Berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, kami memprediksi trafik telekomunikasi seluler di Jakarta turun hingga 21 persen," ujarnya.
Di saat yang sama, menurut Yudi, di Central Region, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta, trafik seluler justru mengalami peningkatan. "Menurut estimasi kami, Jawa Tengah mencatat pertumbuhan trafik terbesar, yakni 30 persen. Jawa Timur menyusul dengan 25 persen," tuturnya.
Selain itu, Yudi memprediksi, trafik data di daerah-daerah, terutama di Central Region, akan meningkat dua kali lipat. Untuk mengantisipasi hal itu, XL mempunyai 225 BTS 3G, dengan 50 persennya adalah jaringan 3G HSDPA, dan 3.950 BTS 2G (EDGE).
Di samping itu, perusahaan mempersiapkan sekitar enam mobile BTS, dengan dua unit di antaranya ditempatkan di Jalur Pantai Utara (Pantura), sedangkan dua lainnya disebar di empat titik rawan trafik tinggi di sekitar Jawa Tengah.
Di Jabodetabek, XL telah melakukan uji coba jaringan (network drive test). Hasilnya, tingkat panggilan berhasil (call success rate) mencapai 98,8 persen dan tingkat panggilan terputus (dropped call rate) 0,61 persen. Uji coba ini dilakukan berdasarkan 336 sampel panggilan yang tersebar merata di wilayah Jabodetabek.
Sekadar diketahui, hingga akhir Juni 2010, jumlah pelanggan anak perusahaan Axiata Group Berhad itu di wilayah Jabodetabek mencapai 9,7 juta pelanggan yang didukung sekitar 6.500 BTS (2G/3G), terdiri atas 5000 BTS 2G (GSM & DCS) dan 1.500 BTS 3G. (art)