Sains & Teknologi
Handono Warih

iPhone vs Android, Siapa Menang?

Dari sisi operator, Android lebih merepotkan ketimbang iPhone. Mengapa?

Rabu, 1 September 2010, 08:24 WIB
Muhammad Chandrataruna
Handono Warih (facebook.com)

VIVAnews - Popularitas Android semakin melejit di belantara sistem operasi. Tak heran, sebagai sistem operasi teranyar besutan raksasa Internet Google Inc, OS Android cepat diadopsi oleh sejumlah produsen ponsel seiring pesatnya pertumbuhan smartphone (ponsel pintar) secara global.

Kemunculan ponsel berbasis sistem operasi Android, atau sering disebut ponsel Android, sering disebut-sebut sebagai pesaing terbesar iPhone yang dirilis lebih dulu oleh Apple. Keberadaannya hingga kini seringkali disandingkan dengan satu-satunya ponsel pintar buatan Steve Jobs itu.

Pengguna pun sampai kini bingung, apa kelebihan masing-masing ponsel pintar layar sentuh ini? Siapa lebih unggul? Di sisi operator, Android dianggap lebih merepotkan dibandingkan iPhone.

"Perbedaan yang paling mencolok adalah iPhone lebih teratur sementara Android terlalu bebas. Ibarat dua jalan raya, iPhone itu seperti jalan tol, dan Android itu jalan raya biasa yang lebar," kata Handono Warih, GM channel distribution Mobile Data Service XL saat ditemui VIVAnews tadi malam di sela Peluncuran XL BlackBerry Pearl 3G, Jakarta, Rabu 1 September 2010.

"Selayaknya jalan tol, iphone ada sistem yang mengatur. Sedangkan Android tidak. Lebih longgar dan bebas, siapa saja boleh masuk," jelas dia.

Artinya, Apple mengatur model bisnis iPhone. Seperti Research In Motion (RIM), ada kerja sama yang dibangun bersama mitranya. Ada komitmen, persetujuan, misi, visi, dan sebagainya. Sedangkan Android tidak. Jika ponsel Android mau bundel dengan operator, kita paketkan dengan layanan Internet Unlimited, dan selesai.

"Menurut saya, seharusnya memang lebih baik diatur, setidaknya mempunyai batasan. Karena, risikonya besar jika terlalu dibebaskan. Konten bisa salah segmen," ujar Warih.

"Misalnya, sebuah konten yang seharusnya tidak dinikmati anak di bawah umur menjadi consumable untuk semua umur. Kita sebagai operator tidak bisa mengatur, karena tidak punya kontrol," terangnya.

Parameter kedua adalah kesinambungan bisnis. "Roadmap bisnis Apple dan RIM sama-sama jelas. Mereka adalah pengembang handset, sekaligus service dan konten. Jadi, mereka yang menciptakan ekosistem dan tahu apa yang akan dilakukan pada bisnisnya untuk ke depan," ucap Warih.

Sementara Android, tidak ada. Diakuinya, Google tidak pernah mengontak XL melainkan para prinsipal atau vendor yang mengadopsi sistem operasi Android miliknya.

"Sedangkan kami sebagai operator ingin ada roadmap. Sehingga bisa melihat tren dan merencanakan sesuatu untuk menjawab kebutuhan tren. Kita lebih antisipatif dalam menyediakan layanan," jelas dia.

Parameter terakhir ialah skema distribusi. Di sisi perangkat, Apple ataupun RIM jelas berbeda dengan Google. Apple atau RIM menunjuk standing buyer (pemasok) untuk mendistribusikan ponselnya. Seperti XL memasok BlackBerry dari Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai standing buyer.

Sedangkan Android langsung via prinsipal atau vendor yang menjadi mitranya. "Kalau dengan Apple atau RIM, operator diatur untuk penjualan perangkatnya. Kami tahu akan mendistribusikan ke mana, di bawah kontrol. Kalau Android, ponsel-ponsel tersebut langsung dilempar ke outlet-outlet milik prinsipal," tutur Warih.

"Jadi, dengan Android, kami hanya mendapatkan kontribusi (untuk pendapatan) dari service saja, terutama pemakaian layanan data (Internet)," pungkasnya.

Dari sisi pengguna, menurut Warih, kedua perangkat nyaris tidak ada perbedaan. Keduanya memiliki fitur canggih, berkualitas tinggi, desain menarik, akses Internet sama-sama cepat. Semuanya jatuh ke selera pelanggan berdasarkan kenyamanan dan kebutuhan masing-masing.

"Kalau dari sisi pengembang, mungkin mereka cenderung menyukai Android lantaran relatif lebih bebas dibandingkan Apple," ucap Warih. (sj)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rzq
02/10/2011
indonesia senang dengan kebebasan, adroid pilihan indonesia.
Balas   • Laporkan
dian latif
14/12/2010
blegedes reviewnya..android sudah ngintip untuk jadi jawara..hati2 apple n bb
Balas   • Laporkan
tris
26/10/2010
aku pake ke 3nya, iphone, bb n adroid,.... Android akan jadi jagonya...open source gituloh !! ponsel chinapun okelah... Gimana kabarnya Nokia ?? terseok-seok? pilih operator? pilih aja yg 3gnya kenceng n murah.. stabil.. go android ...
Balas   • Laporkan
Ongis
23/09/2010
saya kecewa dengan XL, ga usah komentar soal Android dan Apple,urus saja sales mu yang rada BLOON, saya ketipu dengan XLent Card diSemarang,udah beli 10 Jt Bro, semua barang cacat, retur malah ribut,sampe sekarang NOL besar, padahal petinggi XL tau
Balas   • Laporkan
jack
01/09/2010
sangat mengdiscreditkan GOOG dengan membandingkan iPhone dan BB mempunyai roadmap yang jelas sedangkan Android tidak... siapasih yang ngangkat nih orang
Balas   • Laporkan
Anita
01/09/2010
Kok jadi bisnis-bisnisan..
Balas   • Laporkan
fin
01/09/2010
ckckck, ini pertama dan terakhir aku baca vivanews karena content review seperti ini bisa lolos editorial. Review ini sangat subjektif operator, "Jadi, dengan Android, kami hanya mendapatkan kontribusi (untuk pendapatan) dari service saja" ckck dangkal !
Balas   • Laporkan
aneh
01/09/2010
aneh2 aja riviewnya..jd sisi bisnisnya ini yg di angkat, user kan pengen liat perbedaan Os, hardware, aplikasi, dsb... masa malah bahas hal diluar itu...
Balas   • Laporkan
hnf.me
01/09/2010
HH kok disalahin ... OS kok disalahin ... padahal jaringan datanya sendiri yg kacau... XL saya skarang cuman buat terima telpon sama SMS-an (kerna org taunya no XL)
Balas   • Laporkan
hnf.me
01/09/2010
HH kok disalahin ... OS kok disalahin ... padahal jaringan datanya sendiri yg kacau... XL saya skarang cuman buat terima telpon sama SMS-an (kerna org taunya no XL)
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ