Sains & Teknologi
Youth Olympic Games 2010

Rita Prihatin Atas Minimnya Medali Indonesia

Satu-satunya medali perunggu yang dimiliki Indonesia saat ini berasal dari angkat besi.

Minggu, 22 Agustus 2010, 03:59 WIB
Marco Tampubolon
Rita Subowo (VivaNews/ Nurcholis Anhari Lubis)

VIVAnews - Kontingen Indonesia baru meraih satu medali perunggu dari Youth Olympic Games berlangsung di Singapura, 14-26 Agustus 2010. Medali semata wayang ini disumbangkan oleh Dewi Safitr dari cabang olahraga angkat besi.

Minimnya perolehan medali kontingen Indonesia membuat Ketua Umum KONI/KOI, Rita Subowo prihatin. Namun Rita juga mengaku sebelumnya telah memprediksi hasil ini.

"Kami tentu sangat prihatin dengan hasil ini," kata Rita dalam rilisnya kepada wartawan.

"Saya sebelumnya sudah memprediksi hasilnya tidak akan berbeda dengan apa yang telah dihasilkan di Asian Youth games dimana kita juga hanya mendapat 1 perunggu dari Voli Pantai putra,” tambahnya.

Menurut Menurut Rita, seluruh jajaran Pengurus KONI/KOI telah berupaya semaksimal untuk dapat meloloskan atlit mengikuti Olimpiade Remaja. Namun minimnya dana yang dimiliki untuk mengikuti kualifikasi membuat jumlah atlet Indonesia yang lolos sedikit.

Pada Youth Olumpic Games pertama ini, Indonesia hanya mengimkan 14 atlet. Mereka juga hanya turun di 7 dari 26 cabang olahraga yang dipertandingkan. 

"Kita lihat bagaimana keseriusan Thailand dalam hal pembinaan atlit yunior sehingga mereka bisa meloloskan 35 atlit dengan hasil 3 emas. Begitu juga Vietnam yang sudah mampu berbicara di olimpiade remaja dari angkat besi," beber Rita.

Rita menambahkan, kondisi ini tentu saja mengancam perkembangan prestasi olahraga Indonesia kedepannya. Karena itu dibutuhkan upaya dari seluruh elemen yang ada untuk memperbaikinya.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memanfaatkan Program PRIMA termasuk diantaranya Satlak Pratama yang membidangi atlit usia dibawah 18. Kerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Kementrian Pendidikkan Nasional, PPLP dan PPLM, dan O2SN.

"Kami akan menggalakkan kerja sama ini secara berkesinambungan dan memonitor atlit yang masih duduk di bangku sekolah bersama-sama instansi terkait tentunya,” tandas Rita.

Indonesia sendiri masih menyisakan satu atlet lagi untuk cabang balap sepeda. Pembalap putri Elga Kharisma Novanda hari ini akan tampil di nomor Junior Women Time Trial.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
andi jayaprana
22/08/2010
jIKA tidak mampu Mundur aja.....sistem pembinaan Atlit dari periode ke periode gt2 aja kok mau bagus jngan Hanya Prihatin terus.....Bosan dengarnya. Atlit sudah Matian......Pemijmpin yg ndak kompeten mundur secara sportif AJA! Pasti menolak Too
Balas   • Laporkan
jaY
22/08/2010
iTULAH GAYA INDONESIA......GAGAL BILANGprihatiiin pdhal......bisa jadi buklan karena ketidak mampuan ATlit.mereka sudah sungguh2.......Harus diakui bahwa di negeri ini pemimpin2nya banyak yang ndak kompeten Biasa kata saktiii yg muncul......PRIHATIN2 TERU
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ