Sains & Teknologi

Indonesia Juara Dunia di Twitter

Proporsi pengunjung Twitter asal Indonesia memiliki pangsa 20,8 persen.

Jum'at, 13 Agustus 2010, 12:16 WIB
Heri Susanto
Logo Twitter (youngstownfire.com)


VIVAnews - Kegemaran orang Indonesia berkicau di internet rupanya tak sia-sia. Data terbaru menunjukkan, populasi pengguna internet Indonesia merupakan negara dengan penetrasi tertinggi sebagai pengunjung Twitter di dunia. Bahkan, dalam soal "berkicau" Indonesia mengalahkan Jepang dan Amerika Serikat.

Keterangan pers yang dirilis ComScore menyebutkan dari 21 negara, populasi pengguna internet Indonesia menempati ranking pertama soal penetrasi di Twitter. Proporsi pengunjung Twitter asal Indonesia memiliki pangsa 20,8 persen.

Peringkat kedua ditempati oleh Brasil dengan proporsi penetrasi Twitter sebanyak 20,5 persen. Sedangkan, Venezuela menempati urutan kedua dengan penetrasi sebesar 19 persen.

Dengan penetrasi terbesar di dunia tak mengherankan jika sejumlah topik asal Indonesia kerap menempati posisi teratas dalam trending topic di Twitter. Sebut saja misalnya Peterporn yang menghebohkan dunia atau Keong Racun yang membuat Sinta-Jojo mendadak melesat menjadi artis dadakan.

Tampilnya Presiden Venezuela Hugo Chaves yang turut berkicau di Twitter membuat pengunjung Twitter dari negeri ini melonjak 4,8 persen hanya dalam beberapa bulan. Peringkat penetrasi berikutnya ditempati oleh Belanda (17,7 persen), Jepang (16,8 persen). Amerika malah berada di urutan ke-11 dengan penetrasi hanya 11,9 persen.

Menurut data ComsCore yang baru saja dirilis, jumlah pengunjung Twitter.com di seluruh dunia meningkat 109 persen pada Juni 2010 dibandingkan Juni 2009. Total pengunjung Twitter hampir mencapai 93 juta pengguna internet di berbagai belahan dunia. Mereka rata-rata berusia di atas 15 tahun yang mengakses dan berkicau di Twitter dengan menggunakan internet dari rumah atau kantor.

"Twitter.com mengalami ledakan trafik global sepanjang tahun lalu, ini semakin membuktikan jati diri Twitter sebagai situs jejaring sosial yang banyak dikunjungi di lima benua," ujar Graham Mudd, wakil presiden ComsCore.

Analisa dari lima wilayah menunjukkan Amerika Latin mengalami pertumbuhan tercepat, melonjak 305 persen menjadi 15,4 juta pengguna. Asia Pasifik berada di peringkat kedua dengan pertumbuhan tercepat, yang naik 243 persen menjadi 25,1 juta pengunjung.

Afrika-Timur Tengah melonjak 142 persen menjadi 5 juta pengunjung, sementara pengguna Twitter di Eropa meningkat 106 persen menjadi 22,5 juta. Amerika Utara, dimana populasi orang berkicau di internet sudah matang justru mengalami pertumbuhan cuma 22 persen menjadi 25 juta pengunjung.

Sumber: ComScore.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
nikentjandra
30/09/2010
tweeter jangan disalahgunakan untuk mencaci maki orang lain
Balas   • Laporkan
lovinscha
06/09/2010
no comment ah... aku jga suka ngeTwit.. hahahay.
Balas   • Laporkan
sotang
06/09/2010
mbuh ya ..............kita mah lempeng-lempeng aj....
Balas   • Laporkan
nick
06/09/2010
capek....deh.....
Balas   • Laporkan
nick
06/09/2010
capek....deh.....
Balas   • Laporkan
nick
06/09/2010
capek....deh.....
Balas   • Laporkan
adsteddynoerhidayatiekamanitarsinahelvieranterotornoleonardosylvana
01/09/2010
ku suka
Balas   • Laporkan
lalijiwo
01/09/2010
ketauan kalo kita punya rakyat banyak yg segitu nganggurnya, hingga punya waktu & kesempatan luas buat nge-ceepreet di internet
Balas   • Laporkan
watongbest
30/08/2010
..no comment..ah
Balas   • Laporkan
prisenax
30/08/2010
menunjukkan betapa tidak produktifnya orang indonesia.. karena kerjanya cuma kasih komentar dan baca2 komentar orang lain.. kerjanya kapan?? Ayo ngakulah.. apa lah yg kita dapatkan dari twitter..uang? cuma ngomentari status teman dan trending topic
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ