Sains & Teknologi

Isu BlackBerry Indonesia Anjlokkan Saham RIM

Nilai saham RIM anjlok hingga Rp 24 triliun hanya dalam dua hari.

Kamis, 5 Agustus 2010, 17:54 WIB
Indra Darmawan
Kantor pusat RIM, produsen BlackBerry di Kanada (rim.com)

VIVAnews - Isu blokir layanan BlackBerry di berbagai negara ternyata berimbas buruk bagi kondisi saham Research In Motion (RIM).

Seperti dilansir dari situs EconomicTimes, nilai saham perusahaan Kanada pembesut BlackBerry itu anjlok hingga US$2,7 miliar alias Rp 24 triliun hanya dalam waktu dua hari, seiring dengan munculnya isu pemblokiran layanan BlackBerry di Indonesia. Kerugian nilai saham itu didasarkan oleh jumlah saham RIM di bulan Mei.

RIM saat ini memang tengah direpotkan dengan masalah pemblokiran. Tak kurang dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memblokir layanan BlackBerry, karena layanan ini tak memungkinkan pemerintah negara itu untuk bisa mengontrol arus informasi yang melalui layanan itu. 

Walaupun belum melakukan pemblokiran, pemerintah India juga menuntut hal yang sama. Belakangan pemerintah Indonesia juga mendesak agar RIM membangun server lokal di Indonesia agar pemerintah juga bisa turut melakukan pengawasan terhadap data di layanan RIM itu.

Tekanan dari berbagai negara dan respon yang tak terlalu menggembirakan dengan diluncurkannya BlackBerry Torch, membuat saham RIM turun lebih dari empat persen hari ini, setelah beberapa hari sebelumnya juga mengalami penurunan dengan nilai yang hampir sama.

Saham RIM sendiri telah turun sekitar 20 persen pada 2010, seiring dengan kemunculan iPhone 4, menguatnya ponsel-ponsel Android di pasar Amerika Utara, dan terakhir karena isu pemblokiran di sejumlah negara.

Situs asal Kanada, The Globe and Mail, memperkirakan pelanggan BlackBerry di India dan Arab Saudi bisa mencapai 2 juta. Sementara itu, secara global, BlackBerry memiliki lebih dari 41 juta pelanggan di lebih dari 150 negara di dunia.

 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
rdnmz
30/09/2011
GAYANG BB... go !!! ANDROID...
Balas   • Laporkan
Greg
10/01/2011
blokir aja layanan RIM, toh layanannya juga ribet banget, kayak gak ada yang lain aja .........
Balas   • Laporkan
tono
16/08/2010
Knp baru skrg sadarnya Pemerintah kita ya? padahal di US pemblokiran fasilitas Blackberry sdh dilakukan sejak setahun yg lalu.. & Emirat Arab sdh beberapa bulan yg lalu.. yasudah yg penting skrg secepatnya tuh DIBLOKIR..menjaga privasi negara kita Cuy...
Balas   • Laporkan
imin
06/08/2010
reza@kpn ada hp produk maspion???? Lol..
Balas   • Laporkan
iqbal
06/08/2010
halah...
Balas   • Laporkan
hebat
06/08/2010
terbukti klo Indonesia...berpengaruh didunia...jangan maen" ma Indonesia...Goo...Indonesiaku
Balas   • Laporkan
rakyat
06/08/2010
Blokir saja BB, kita spt dijajah org lain, semuanya hrs diatur oleh bangsa lain, kpn kita bisa punya bargain power kalau terus dibawah. Toh yg mampu saja yg bisa menikmati manfaat BB.
Balas   • Laporkan
demenol
06/08/2010
Apa nih antisipasi buat pemakai BB klo beneran diblokir? http://paid-to-read.tk
Balas   • Laporkan
nick carter
05/08/2010
thats nice....because...blind data and ilegal transaction ...we can do anything......
Balas   • Laporkan
Reza
05/08/2010
Sudah saya duga ternyata jalur penjualan terbanyak adalah Indonesia, selain itu Pengguna FB terbesar no. 3, pengguna opera mini no. 1. Mungkin Indonesia adalah tumpuan penghasil uang produsen luar, tapi kenapa sering diremehkan ya??
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ