Sains & Teknologi

Oktober, Uni Emirat Arab Haramkan BlackBerry

Penghentian sementara layanan Blackberry akan dilakukan hingga solusi terbaik ditemukan.

Minggu, 1 Agustus 2010, 16:50 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
BlackBerry Bold 9000 (VIVAnews)

VIVAnews - Uni Emirat Arab (UAE), memutuskan akan menghentikan layanan BlackBerry mulai Oktober mendatang. Pemerintah UAE menduga ponsel pintar besutan Research In Motion (RIM) tersebut mengandung risiko keamanan jika disalahgunakan, dan karena itu berpotensi membahayakan keamanan negara secara keseluruhan.

Penghentian sementara layanan Blackberry ini akan dilakukan hingga solusi terbaik telah ditemukan dan diterapkan.

“Ini adalah keputusan final, tetapi kami terus mendiskusikan hal ini,” kata Mohammed Al Ghanem, Director General otoritas badan telekomunikasi UAE, seperti dikutip dari laman ABC News, 1 Agustus 2010.

“Sensor tidak ada kaitannya dengan ini. Yang kami bicarakan adalah penghentian operasi karena kurangnya kepatuhan pada peraturan telekomunikasi UAE,” lanjut Al Ghanem.

Sampai saat ini, pihak produsen BlackBerry, Research In Motion di Kanada belum dapat dimintai keterangan.

Penghentian layanan Blackberry Messenger, email, dan web browsing service BlackBerry karena sudah dilakukan sejumlah upaya sejak 2007 agar BlackBerry mematuhi peraturan, tetapi hasilnya tidak seperti diharapkan.

“Keputusan hari ini berdasarkan pada fakta bahwa dalam bentuknya yang sekarang, layanan tertentu BlackBerry memungkinkan pengguna untuk bertindak tanpa tanggung jawab legal, menyebabkan ancaman sosial dan keamanan nasional,” lanjut Al Ghanem.

“Data Blackberry diimpor dari tempat lain di mana data itu dikelola oleh organisasi komersial dan pihak asing,” terang Al Ghanem. BlackBerry, yang memegang pangsa pasar 20 persen dari pasar ponsel pintar global dengan posisi di bawah Nokia tetapi di atas Apple, digunakan oleh sekitar 500 ribu orang di UAE.

Pekan lalu, negara di Teluk Arab tersebut telah mengatakan bahwa BlackBerry berpontensi disalahgunakan dan bisa menimbulkan risiko keamanan. Bahrain pada April lalu juga memperingatkan potensi bahaya perangkat lunak  Blackberry Messenger bila digunakan untuk mendistribusikan berita-berita lokal. Sedangkan India, pekan lalu telah menyampaikan kekhawatiran mereka langsung pada produsen BlackBerry di Kanada.

Sementara itu, ponsel pintar produksi Nokia dan iPhone dari Apple tidak terkena dampak dari keputusan pemerintah UAE tersebut. (hs)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
eko santana
19/08/2010
ah/.. kok d blokir sih? makin hari teknologi makin berkembang.. masak teknologi canggih d buang bgitu caja.
Balas   • Laporkan
kiki
06/08/2010
alhamdulillah,,,baguss,,,tapi sebaiknya usahakan jangan hanya bb saja,,, sebab yang lain jga masi perlu bwt disensorrr,,,
Balas   • Laporkan
abubakar
05/08/2010
kalo hanya masalah keamanan negara BB diblokir di negara Arab, bagaimana dengan Googletalk, Yahoo Messenger, MSN Messenger, Skype...semuanya juga tidak bisa disensor oleh negara Arab.....katrok.com
Balas   • Laporkan
aboeazka
01/08/2010
wah menggumkan dan sangat mengesankan................ ini namanya pemerintah yang tegas, di indonesia yang sudah jelas2 haram saja masihdi ributkan, tuh liat Infotaiment itu SUDAH JELAS HARAM, dan itu kata al-qur'an bukan MUI...
Balas   • Laporkan
Aaaya
01/08/2010
ga salah tuh.. kalo gitu mendingan tutup aja semua access, ga cuman blackberry dong... makanya pinter dikit napa kita butuh yg simple and easier tau
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ