VIVAnews - Kebutuhan akan layanan akses terhadap Internet yang murah dan berkualitas terus bertumbuh dan mewarnai industri telekomunikasi Indonesia.
Kegemaran masyarakat akan fitur-fitur jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter menjadi faktor utama yang mendorong kebutuhan tersebut.
"Lebih dari 50 persen akses Internet dari Indonesia ternyata didapatkan melalui ponsel bukan komputer," kata Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk (BTel) melalui keterangan tertulisnya, Rabu 28 Juli 2010.
Padahal masih banyak masyarakat yang belum tersentuh layanan Internet. Hal ini, lanjut Erik, sekaligus menjadi alasan utama mengapa BTel memperkenalkan Hape Esia Ngoceh Slim.
"Belum pernah ada hape bundling semurah ini, hanya Rp150 ribu, tapi dilengkapi dengan berbagai fitur lengkap, baik pertemanan sosial maupun chatting. Bukan sekedar harga promo. Hape ini juga memiliki kekuatan di baterei dengan waktu standby selama 8 sampai 11 hari dan waktu bicara hingga 5 jam," terang Erik.
Hape Esia Ngoceh Slim ditunjang oleh chipset terbaru dari Qualcomm, yaitu QCS 1100. "Kita tahu nama besar Qualcomm untuk CDMA. Kesediaan mereka untuk memberikan tekonologi terbaru chipset di ponsel CDMA menjadikan Hape Esia Ngoceh Slim punya nilai tersendiri," kata Erik.
Dia menambahkan, strategi menyediakan hape bundling memang merupakan 'senjata' Esia untuk mendorong laju pertumbuhan pelanggan di tahun 2010.
"Masyarakat lebih memilih hape bundling karena alasan kepraktisan dan nilai kedekatan kepribadian dengan fitur yang ada di dalamnya," ucap Erik.
"Ada yang lebih menyukai fitur-fitur pertemanan sosial, tapi ada pula yang lebih memilih fitur hiburan seperti musik. Kami sangat tanggap terhadap kebutuhan tersebut," imbuhnya.
Mengkombinasikan hape bundling dengan fitur unggulan diyakini mampu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan pelanggan Esia yang tahun ini dipatok mencapai 14 juta pelanggan.
Sekadar diketahui, pada ajang ICS (Indonesia Cellular Show) silam, Esia berhasil menjual sekitar 38 ribu unit ponsel selama lima hari penyelenggaraan. Sementara di Pekan Raya Jakarta selama sebulan penjualan Esia bisa menembus 140 ribu unit.
Sedangkan, saat roadshow pengenalan Hape Esia Connect Langsung Kring di beberapa kota Indonesia, penjualannya mencapai rata-rata lebih dari 1.500 unit dalam satu hari.
"Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa strategi Esia memang on the right track. Tak hanya diminati di Jakarta, tapi juga menjadi trendsetter di berbagai kota lainnya," katanya.