Sains & Teknologi

Kencan Online Haram Bagi Tentara China

Beberapa prajurit membocorkan rahasia-rahasia militer kalau mereka sedang chatting.

Kamis, 1 Juli 2010, 13:43 WIB
Muhammad Firman, Harriska Farida Adiati
  (wayan/VIVAnews)

VIVAnews - Kehidupan sosial anggota militer China yang rata-rata masih berusia muda makin terdesak. Bulan ini, 2,3 juta anggota angkatan bersenjata China dilarang memanfaatkan internet. Kencan online, blog, situs pribadi, bahkan mendatangi warung internet adalah kegiatan yang diharamkan bagi pasukan Militer Pembebasan Rakyat China.

“Beberapa prajurit membocorkan rahasia-rahasia militer kalau mereka sedang chatting, misalnya dengan membeberkan lokasi keberadaan pasukan. Tentu saja banyak rahasia akan terungkap dengan cara seperti itu, maka dari itu peraturan larangan ini bisa menutup lubang yang ditimbulkan,” kata Ni Lexiong, pakar militer dari Universitas Ilmu Hukum dan Politik Shanghai.

Merujuk pada sarana perjodohan online, Ni mengatakan, “Lagipula, mencarikan jodoh untuk para prajurit ini bisa dilakukan dengan cara yang lebih serius, seperti dikenalkan oleh keluarga, teman, atau rekan-rekan mereka di unit militer,” ucapnya.

China merupakan negara belakangan bergumul dengan isu kebebasan ber-internet dalam militer. Kini mereka mencoba menemukan keseimbangan antara pasukan militer yang juga seperti warga negara sipil ingin menggunakan internet untuk berbagi informasi pribadi, tetapi tetap perlu mempertahankan keamanannya.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat, setelah menimbang selama beberapa tahun telah memutuskan untuk mempromosikan penggunaan media sosial untuk menyampaikan pesan oleh siapapun yang tergabung dalam militer, mulai dari prajurit di garis depan hingga para jenderal di Pentagon.

Sebagian besar negara memilih berada di area abu-abu. Negara seperti Inggris dan Israel mengizinkan personel militer mencantumkan informasi pribadi di internet sepanjang tidak berkaitan dengan operasi militer. Pendekatan semacam itu tidak selalu berhasil. Awal tahun ini, militer Israel membatalkan satu operasi ke Tepi Barat setelah seorang prajurit memasang status di akun Facebook dengan menyebutkan waktu dan lokasi operasi serangan ke kawasan tersebut. (Associated Press)



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
dila
16/10/2010
aq dila 08126754452..sms or call.. aj..
Balas   • Laporkan
novelis
23/08/2010
Hee, mestinya istilah haram atau halal harus dipertimbangkan untuk di maktubkan pada suatu masalah... Rasanya manusia sudah jadi tuhan atas manusia lainnya...
Balas   • Laporkan
f4rr4h4idid
02/07/2010
disiplin yg berlebihan
Balas   • Laporkan
Tommy Bulyan
01/07/2010
Susahnya hidup di negara tirai bambu, jauh lebih enak hidup di Indonesia
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ