VIVAnews - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) hari ini resmi mengumumkan kehadiran unit anak usaha barunya, PT Bakrie Connectivity (BCONNECT). Anak usaha tersebut merupakan perpanjangan tangan usaha Bakrie Telecom untuk memasarkan layanan internet broadband wireless access (BWA) berkecepatan tinggi berbasis CDMA teknologi EVDO.
"Kehadiran Bakrie Connectivity akan menjawab sekaligus memenuhi keinginan para pengguna internet broadband di Indonesia. Hal ini disebabkan karena potensi internet broadband sangat luar biasa di Indonesia," kata Direktur Utama Bakrie Telecom, Anindya N Bakrie dalam siaran pers yang diterima VIVAnews di Jakarta, Rabu 23 Juni 2010.
Sebagai dasar, Anindya merujuk pada Data ITU (International Telecommunication Union) yang menunjukkan bahwa pada 2009 ada 30 juta pengguna internet di Indonesia atau penetrasinya baru mencapai 12,5 persen.
Sementara itu, data sebuah lembaga konsultan dan riset bisnis internasional menyatakan akan ada 234 juta pelanggan selular di Indonesia atau 90 persen dari populasi penduduk pada 2014. Dari jumlah tersebut, 20 persen diproyeksikan menjadi pelanggan 3G. Sedangkan kontribusi pendapatan mobile data akan tumbuh 40 persen.
Demikian pula pertumbuhan distribusi komputer yang tumbuh antara 25-30 persen setiap tahunnya. Data IDC memperlihatkan pada 2009 distribusi komputer terdapat 2,5 juta dan diperkirakan naik menjadi 3,5 juta pada 2010.
Pertumbuhan distribusi komputer tersebut turut mendukung perkembangan penggunaan internet di Indonesia.
"Kami yakin kehadiran anak usaha baru ini akan dapat menjawab keinginan pengguna internet broadband untuk tetap up to date dan exist di media-media pertemanan sosial seperti Facebook, Twitter, Myspace, dan lainnya," ujar dia.
Bakrie Connectivity, menurut dia, ada untuk masyarakat yang bermobilitas tinggi, di mana kebutuhan untuk dapat mengakses internet broadband menjadi gaya hidup.
Anindya juga kembali menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan layanan yang terjangkau pada akses internet serta keinginan yang besar untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan telekomunikasi nasional.
Menurut dia, Bakrie Connectivity tidak hanya akan mendorong tumbuhnya akses internet, tapi juga menciptakan positive consumer experience melalui semua fasilitas dari produk-produknya.
Karena itu, dia menjelaskan, pengembangan bisnis Bakrie Connectivity adalah berorientasi pada kemudahan pemakaian produk. Selain itu, pengembangan bisnis itu berorientasi pada pemberian layanan, dan konten yang menarik serta pengenaan tarif yang bukan hanya terjangkau, tapi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen.
Orientasi inilah diyakini oleh perusahaan akan memberi dampak positif kepada masyarakat pengguna jaringan internet. "Berkelana di jalur maya adalah suatu pengalaman yang menyenangkan. Menjadi jendela untuk memperluas wawasan pengetahuan," ujar dia.
Karena itu, Bakrie Connectivity berupaya untuk menjauhkan kesan rumit ketika pengguna mulai mengakses internet. "Mulai dari koneksi pertama hingga surfing ke berbagai website akan kami permudah. Tinggal pasang alatnya," tutur Anindya.