VIVAnews - Lebih dari separuh manajer IT yakin bahwa karyawan harus dilarang untuk menyaksikan Piala Dunia menggunakan PC mereka di kantor.
Kesimpulan ini didapat dari sebuah survey yang dilakukan Blue Coat Systems, perusahaan manajemen dan keamanan jaringan asal Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan di Inggris.
Selain itu, menurut Blue Coat, sekitar 69 persen manajer IT yakin bahwa karyawan mereka akan menyaksikan pertandingan sepakbola saat turnamen berlangsung. Ini tentu saja akan membuat bandwidth perusahaan menjadi penuh oleh video streaming. Jaringan akan melambat dan bisa menyebabkan crash.
“Banyak karyawan yang tidak menyadari efek dari menjalankan video streaming di jaringan,” kata Nigel Hawthorn, juru bicara Blue Coat Systems, seperti dikutip dari PC Advisor, 26 Mei 2010.
“Ini merupakan Piala Dunia pertama di mana tersedia banyak pilihan untuk menikmatinya lewat internet, memainkan game seputar itu dan berinteraksi di jejaring sosial dengan teman membicarakan Piala Dunia,” ucap Hawthorn.
Hawthorn menyebutkan, sebuah pertandingan sepakbola yang ditonton di PC lewat internet bisa memakan bandwidth hingga 750MB. “Sangat penting bagi manajer IT dan HRD untuk mengkomunikasikan hal ini bagi karyawannya,” kata Hawthorn.
Sayangnya, menurut Blue Coat, sekitar 65 persen perusahaan yang disurvey tidak memiliki kebijakan yang mencegah jaringan kantor digunakan untuk melakukan streaming video, seperti pertandingan sepak bola. Adapun 64 persen menyebutkan tidak ada aturan untuk melarang penggunaan Facebook dan Twitter di jam kerja. (wm)