Sains & Teknologi

Efek Buruk BlackBerry

Di balik positifnya, ponsel pintar menyimpan efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan.

Selasa, 20 April 2010, 10:18 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti
BlackBerry Storm (AP Photo)

VIVAnews - Memiliki telepon seluler pintar semacam Blackberry memang menyenangkan. Tak hanya menghibur, tapi juga bermanfaat untuk pekerjaan. Tak heran jika jumlah penggunanya terus meningkat di seluruh dunia.

Namun, di balik nilai positif yang ditawarkan, perangkat canggih itu ternyata menyimpan sejumlah efek buruk yang dapat mengganggu kesehatan penggunanya.

1. Membuat ketagihan
Perangkat telepon seluler pintar ini begitu mudah membuat pemiliknya merasa kecanduan. Studi Rutgers University pada 2006 menyimpulkan, Blackberry dan perangkat serupa memicu kenaikan penggunaan internet yang cukup signifikan, namun berdampak buruk bagi kesehatan mental.

2. Mengganggu tidur
Dengan layanan internet 24 jam, perangkat Blackberry akan bergetar atau berdering setiap saat, ketika ada email dan pesan singkat masuk. Dan setiap saat pula, pengguna akan memainkan Blackberry-nya, termasuk ketika sudah berada di tempat tidur.

Tak jarang pula, pengguna begitu sensitif dengan getar Blackberry, sehingga mudah terbangun dari tidur untuk membuka pesan yang masuk.

Kebiasaan menyanding Blackberry di tempat tidur inilah yang akhirnya membuat tidur tak berkualitas. Dampak selanjutnya, tentu menyerang kesehatan. Bukan rahasia lagi bahwa rendahnya kualitas tidur berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Sebuah penelitian mengungkap, pengguna Blackberry yang memiliki kebiasaan memainkannya sebelum tidur rentan mengalami insomnia, sakit kepala, dan kesulitan berkonsentrasi. Penelitian yang dilakukan Uppsala University di Swedia menambahkan bahwa radiasi telepon seluler bisa mengganggu aktivitas tidur.

3. Memicu cemas
Memiliki telepon selular cerdas semacam Blackberry memang menyenangkan bagi sebagian orang. Dengan Blackberry, aktivitas berkirim email, chatting, hingga berselancar di internet bisa dilakukan bersamaan, kapan saja, dan di mana saja. Banyak pula yang mengandalkannya untuk urusan pekerjaan.

Studi yang dilakukan MIT's Sloan School of Management pada 2007 mengungkap, penggunaan Blackberry membentuk budaya stres di tempat kerja. Fasilitas internet 24 jam yang dijagokan telepon seluler pintar itu mengacaukan waktu luang pekerja. Tugas dan hal-hal yang menyangkut pekerjaan bisa hadir kapanpun, termasuk kala sedang libur.

4. Melemahkan otak
Di balik kemudahan yang diberikan, Blackberry berisiko melemahkan daya konsentrasi penggunanya. Karakternya yang mampu membuat pengguna melakukan sejumlah hal dalam waktu bersamaan (multitasking) cenderung membuat seseorang kesulitan menyerap informasi lantaran fokusnya mudah beralih dari satu hal ke hal lain.

"Sebagai multitasker, otak mereka dibanjiri terlalu banyak informasi, akibatnya mereka tidak selektif lagi untuk memilah informasi yang penting dengan cepat," kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore.

Untuk itu, ia menyarankan para pengguna Blackberry agar tak mengaktifkan jaringan internetnya selama 24 jam. “Buat jadwal untuk membuka email, misalnya satu jam sekali, atau dua jam sekali," kata Goodman. "Jangan menjadikan diri sebagai budak getar atau dering Blackberry." (fmn)

Berita Favorit Lainnya:

Ribery Jadi Saksi Skandal Prostitusi Prancis

Kenapa Chairul Tanjung Pasang Jenderal di Carrefour

Ainun Habibie Sakit Berat

Susno Sowan ke Wakapolri 'Bing Mango'

Satpol PP Tiarap, Taman Monas Semrawut

• VIVAnews
Rating
Komentar
dirgafajar
08/05/2010
saya sudah memakai blackberry hampir 2 tahun tapi tidak seperti yang diatas
Balas   • Laporkan
maia
07/05/2010
untung aku ga pernah tertarik sama yg namanya blackberry..biarpun hpku jadul yg penting msh berfungsi dgn baik..
Balas   • Laporkan
Fatih IT_Maniac
29/04/2010
Makanya ga usah pake yang begituan ...
Balas   • Laporkan
PONTA
27/04/2010
Mubazir aja!
Balas   • Laporkan
wieldha
24/04/2010
sebenarnya bukan blackberry nya yg membuat dampak buruk.. tapi internyalah.. jaman saiki internet sudah jadi bahan dasar pokok hidup.. istilah arab nya udah addict ngono lo... coz.. gak di hape aja.. d perkantoran juga kalo ada internet.. pastinya kerjaan
Balas   • Laporkan
yudiman
23/04/2010
kesenangan dunia memang menyesatkan bila ada sms buruburu kita buka dan balas tetapi disuruh ibadah kita malas,Bila telpon berbunyi buru2 kita angkat tapi Tuhan memanggil melalui adan kita abaikan,tidak punya pulsa kita ngutang2,tapi untuk sedekah kita bi
Balas   • Laporkan
Mislam Samasi
23/04/2010
Sangat benar sekali kata Dr David W Goodman, Direktur Pusat Gangguan Psikologis di Maryland, Baltimore. Apalagi Pengguna BB banyak yang pemula di internet dan email. Pengaruh yang sangat signifikan adalah menjadi budak Getar BB.
Balas   • Laporkan
muda
22/04/2010
makanya pke hpe huawei ajja cma bsa sms sma telpon doank..... udah murah plsa ga bros.. ga ada email/apalah yg mcem"... dan yg pling penting... malingpun ogah....... kwkwkkwkwkwkkw..........
Balas   • Laporkan
Haeru
21/04/2010
info yng sngt brmnfaatt..
Balas   • Laporkan
Ida
21/04/2010
Blackberry bisa mmbuat suatu persahabatn menjadi retak bahkan hancur,.. hanya krn pengguna mmbuat grup sendiri,.. smntara teman yg tidak mggunakan BB akan trsisihkan,..yg sdh mnggnkan BB merasa dirinya sdh menjadi milyuneer,..ini kenyataan,.. terjadi..!
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ