VIVAnews - Ketika Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, membatalkan kunjungannya ke Indonesia dan Australia, juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengabarkannya melalui pesan sepanjang 139 karakter di laman mikroblogging Twitter.
Gibbs juga menggunakan Twitter untuk mengurangi dampak yang mungkin muncul ketika Wakil Presiden Joe Biden menggunakan kata-kata kasar untuk mengekspresikan suka citanya saat undang-undang reformasi kesehatan disetujui.
Gibbs sendiri mengakui bahwa Twitter merupakan alat dan medium yang memiliki kekuatan luar biasa. Gibbs mengatakan Twitter membantunya menjangkau bukan hanya wartawan, namun jutaan orang yang penasaran dengan kabar paling baru Obama.
"Twitter menantang saya untuk menyingkat pendapat menjadi hanya 140 karakter saja," ujar Gibbs dalam wawancara di stasiun televisi CNN.
Sebelumnya Twitter mengungkapkan bahwa kini mereka memiliki lebih dari 105 juta pengguna di seluruh dunia. Angka ini disampaikan salah satu pendiri Twitter, Isaac 'Biz' Stone, dalam konferensi tahunan pengembang Twitter, Chirp di San Fransisko, Rabu, 14 April 2010.
Laman Mashable mengabarkan bahwa Twitter menerima sekitar 300 ribu pendaftar setiap harinya dan melakukan lebih dari 600 juta pencarian per hari. Selain itu, sebanyak 75 persen pengakses Twitter memasuki laman mikroblogging itu melalui aplikasi pihak ketiga.
Angka yang dipaparkan Stone tersebut menepis anggapan bahwa Twitter mulai ditinggalkan penggunanya. Sebelumnya sebuah studi terbaru memperlihatkan pertumbuhan Twitter mulai kehilangan momentumnya. Angka peningkatan pengguna Twitter meningkat hampir 20 persen pada April 2009 namun sejak saat itu menurun menjadi sebesar 0,15 persen pada Desember 2009.
(ren)