Sains & Teknologi
Nukman Lutfie CEO Juale.com

Waktunya Pengusaha Go Online

Banyak pengusaha yang belum memanfaatkan media online untuk mengembangkan bisnis.

Jum'at, 9 April 2010, 16:07 WIB
Suwarjono
Nukman Luthfie, CEO Virtual Consunting (VIVAnews/ Adri Irianto)

VIVAnews - Seiring kemajuan teknologi, belanja online saat ini sudah bukan kegiatan aneh. Orang semakin terbiasa melakukan transaksi memanfaatkan jaringan internet. Dari membeli buku, pesan tiket, membeli peralatan elektronik dan aktivitas lainnya. Ingin beli sesuatu, selancar di online, memilih barang dan langsung klik. Cepat, efisien dan langsung ke pihak pertama.

Sayangnya, peningkatan transaski melalui online ini belum banyak dimanfaatkan pengusaha untuk menaikkan usahanya. Padahal, pertumbuhan pengguna internet meningkat pesat.Pengguna internet juga makin akrab bertransaksi melalui medium ini.

"Pengguna internet makin banyak yang melakukan transaksi online, peluang pengusaha masuk ke sana terbuka lebar. Namun masih sedikit pengusaha yang  memanfaatkan,"  kata Nukman Lutfie dari Virtual Consulting yang baru saja merilis e-commerce Juale.com. Nukman ditemui VIVAnews di kantornya, Jalan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Melihat banyaknya pengusaha, terutama industri kecil dan menengah, Nukman mengaku terpanggil membantu mereka untuk berjualan secara online."Kami mengajak pemilik toko untuk menjual secara online. kami sediakakn tempat, membantu pengusaha menjual dagangannya," kata dia.

Konsep jualan online yang ditawarkan Juale.com, menurut Nukman bukan seperti supermarket yang menawarkan sistem konsinyasi, melainkan seperti mal dengan menyewakan ruangan."Kami memberikan aplikasi, domain, tempat dan membantu menjualnya. Biaya sangat ringan, satu juta pertahun," kata Nukman.

Untuk mengajak pengusaha menambah fasilitas dari jualan offline ke online, Nukman tak segan untuk turun langsung mengedukasi para pengusaha dengan berbagai workshop. Pengusaha diajak memiliki toko online sendiri, domain sendiri namun mesin menggunakan juale.dom. "Mereka bisa self service, Juale mengedukasi agar behaviour toko online sama seperti offline," katanya.

Pemilik toko yang menggunakan engine Juale akan mengelola sendiri situsnya. Namun, situs Juale juga memasang produk para pedagang dengan memasukkan ke kategorisasi. Keuntungan masuk di juale, menurut Nukman, penjual akan semakin paham online branding dan bisa meningkatkan traffic dan masuk ke market place Juale.com. "Tapi kalau transaksi, tetap dikembalikan ke masing-masing pemilik toko," katanya.

Sejak launching Desember 2009 lalu, kata Nukman, sambutan kalangan usahawan UKM Cukup antusias. Terbukti dalam kurun waktu 3 bulan telah mengakusisi 130 toko.

Diakui Nukman, hambatan terbesar bisnis online adalah kepercayaan. Banyak terjadi transaksi palsu. ukman mengaku sangat selektif. "Toko yang masuk sudah diverifikasi. saya pastikan yang ada di juale ada tokonya, Kami garansi toko mereka benar," katanya.

Bagaimana alat pembayaran yang digunakan untuk transaksi. Nukman menjelaskan, saat ini fasilitas yang sudah berjalan menggunakan ebanking atau transfer langsung. "Kami pilih cara ini karena paling cocok untuk masyarakat Idonesia. Berdasarkan pengalaman dan user behavior Indonesia lebih suka transfer lewat bank. Pengguna kartu kredit belum marak karena berbiaya tingggi," katanya.

Diakui, salah satu hambatan besar bisnis online adalah kepercayaan. Banyak terjadi transaksi palsu. Untuk itu, Nukman mengaku sangat selektif memilih toko yang akan masuk ke Juale. "Toko yang masuk sudah  diverifikasi. saya pastikan yang ada di juale ada tokonya, Kami garansi toko mereka benar," katanya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating