VIVAnews - News Corp berencana meluncurkan ulang laman jejaring sosial MySpace pada musim semi tahun ini. MySpace yang besar sebagai jejaring promosi musisi mandiri ini akan kembali bersaing dengan Facebook dan Twitter.
MySpace, yang dibeli News Corp pada 2005 seharga US$ 580 juta ini, telah ditinggalkan penggunanya selama dua setengah tahun terakhir. Salah satu pimpinan MySpace, Mike Jones membenarkan periode penuh tekanan itu namun menyatakan pemilik baru MySpace, Rupert Murdoch, tahu apa yang akan dia lakukan dengan MySpace.
"Kami telah memaparkan seluruh rencana untuk 2010 dan 2011 kepada dia (Murdoch) dan dia terus menunjukkan ketertarikan dalam bisnis ini," kata Jones seperti dikutip harian The Sydney Morning Herald edisi Jumat, 9 April 2010.
Sebenarnya MySpace masih memiliki lebih dari 100 juta pengguna di dunia. Laman ini juga merupakan salah satu situs terbesar di Amerika Serikat (AS). Namun ketenaran MySpace terus merosot.
Jones dan koleganya, Jason Hirschhorn, berharap peluncuran ulang MySpace akan menarik kembali pengguna. "Saya kira saya bisa membuat hal yang lama tampil baru lagi bagi mereka (pengguna MySpace)," ujar Jones.
MySpace yang baru ini akan lebih memfokuskan diri kepada musik dan permainan. MySpace juga akan melebarkan sayap untuk mendapatkan pasar baru seperti di Afrika dan China. Selain itu, laman jejaring sosial ini akan terintegrasi dengan divisi film dan televisi News Corp, 20th Century Fox.