VIVAnews - Laboratorium diperlukan untuk penciptaan suatu produk hingga pengelolaan limbah yang timbul dari produk tersebut. Sebab itu, para pelaku industri sudah semestinya terus update mengenai perkembangan teknologi dan peralatan laboratorium.
Terkait hal tersebut, PT Prakarsa Sinergi Utama bekerja sama dengan ECMI Trade Fairs akan menggelar pameran bertajuk LAB Indonesia 2010. Di sini, berbagai teknologi dan peralatan untuk kebutuhan professional dengan standar internasional berbagai industri siap disuguhkan melalui pameran LAB Indonesia 2010.
Untuk diketahui, pemaran LAB Indonesia 2010 merupakan pameran Internasional pertama yang fokus di bidang laboratorium, analisa, dan teknologi instrumentasi. Kegiatan ini akan diselenggarakan di Balai Sidang Jakarta Convention Center pada tanggal 14-16 April 2010 mendatang.
"Lebih dari 70 perusahaan yang bergerak di bidang scientific equipment dan manufaktur siap memamerkan teknologi dan peralatan buatan mereka," kata Juanita Soerakoesoemah, Direktur PT Prakarsa Sinergi Utama selaku penyelenggara LAB Indonesia 2010, dalam keterangan yang diterima VIVAnews.
Kabarnya, ketujuh-puluh peserta itu berasal dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Korea, Jerman, China, dan India akan turut serta di ajang ini. Beberapa produk dan pelayanan dari Eropa, Amerika, Jepang dan Asia lainnya diwakili oleh perusahaan besar dari dalam negeri, seperti Kawan Lama. Beberapa perusahaan besar lainnya yang berasal dari wilayah Eropa, Amerika, dan Asia masih dalam proses konfirmasi akhir.
Kegiatan ini telah mendapat dukungan langsung oleh Komite Nasional Responsible Care Indonesia (KN-RCI), BPPT, Komite Akreditasi Nasional (KAN), Kementrian Perindustrian, Kementrian Riset dan Teknologi, serta Singapore Manufacturer Federation.
Dalam pameran tiga hari tersebut, Prakarsa Sinergi Utama menargetkan 3.000 pengunjung dari kalangan industri kimia, oil & fats and olechemicals, farmasi, petroleum dan petrokimia, palm oil, industri makanan dan minuman, konsultan dan organisasi/asosiasi terkait, education and training, produsen karet dan plastik, laboratorium riset dan teknologi, kalangan akademisi dan institusi pemerintahan, serta perusahaan manufaktur pada umumnya.
“Pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi di berbagai sektor, khususnya pada industri manufaktur di Indonesia, memberi indikasi bahwa kesempatan untuk mengembangkan bisnis di Indonesia merupakan investasi yang bisa sangat menguntungkan," kata Juanita.
"LAB Indonesia akan menjadi pameran internasional pertama yang fokus di bidang laboratorium, analisa, dan teknologi instrumentasi, sekaligus menjadi event penting bagi pengembangan bisnis dan jaringan dengan berbagai pihak seperti perusahaan manufaktur, institusi riset dan pengembangan, serta kalangan akademisi dan universitas, khususnya di Indonesia dan di wilayah Asia Pasifik, Eropa dan Amerika pada umumnya," tandasnya.