VIVAnews - Sebagian besar dari 50 juta pengguna jejaring sosial Twitter hanya mengikuti orang lain dan tidak pernah membuat tweet sendiri. Berdasarkan survei yang dilakukan Barracuda Network, 73 persen pemilik akun Twitter mengirim kurang dari 10 tweet.
"Ini menunjukkan bahwa Twitter lebih berfungsi sebagai sumber informasi daripada jejaring sosial," kata kepala periset Barracuda, Paul Judge seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.
Barracuda menemukan bahwa hanya 21 persen pengguna Twiter yang benar-benar memaksimalkan laman mikroblog tersebut. Mereka adalah orang-orang yang memiliki setidaknya 10 pengikut, mengikuti 10 orang, dan telah membuat minimal 10 tweet.
Judge mengungkapkan sebagian pengguna Twitter membuat akunnya untuk mengikuti selebriti favorit mereka. "Mereka tidak berinteraksi dengan teman mereka seperti yang mereka lakukan di Facebook atau MySpace," kata dia.
Tren mengikuti orang ini membuat peminat Twitter meledak pada awal 2009. Saat itu, selebriti seperti Ashton Kutcher, Oprah Winfrey, dan John Mayer bergabung dengan Twitter. Pada April 2009, jumlah pemilik akun Twitter meningkat hingga 21 persen.
Namun studi terbaru memperlihatkan pertumbuhan yang dialami Twitter mulai kehilangan momentum. Sejak meledak pada April 2009, pengguna Twitter terus menurun hingga sebesar 0,15 persen pada Desember 2009.
Laman harian The Guardian melaporkan bahwa hasil analisis traffic web juga menunjukkan hal serupa. Twitter mencapai puncak kunjungan tertinggi pada Juli 2009 dan sejak itu terus menurun.
• VIVAnews