VIVAnews - Dalam upayanya untuk memberdayakan UKM, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) dalam waktu dekat akan meluncurkan fasilitas e-Commerce. Tujuannya adalah untuk membantu para pelaku usaha memasarkan dagangannya secara online melalui Multimedia Nusantara (Metra) selaku anak usahanya dan membentuk Divisi Business Service (DBS).
DBS yang dibentuk Telkom dikhususkan untuk mengelola pelanggan bisnis yang mana sebagian besar di antaranya adalah UKM. Pada segmen ini, Telkom akan menawarkan beragam solusi untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan bisnis melalui penerapan teknologi komunikasi informasi (ICT) yang tepat.
Di sisi software, sejumlah aplikasi berbasis platform as a services (PAAS) Cloud Computing sudah disiapkan Telkom, di antaranya e-UKM, aplikasi untuk BPR (Bank Perkreditan Rakyat), aplikasi untuk pengelolaan koperasi, dan beberapa aplikasi lainnya.
“Kami akan bermitra dengan para pelaku usaha untuk bersama-sama meningkatkan daya saing sehingga mampu unggul di pasar persaingan global. Terlebih lagi, pasca perjanjian perdangan bebas Asean-China (AC-FTA),” kata Slamet Riyadi, Executive General Manager DBS Telkom, pada keterangan yang VIVAnews terima, 17 Maret 2010.
Lebih lanjut, Slamet menjelaskan, pertumbuhan belanja ICT di segmen UKM diprediksi meningkat 22 persen. Kemungkinan ini didorong oleh semakin tingginya kebutuhan akan efisiensi bisnis melalui penerapan ICT dan semakin banyaknya solusi yang ditawarkan.
Untuk membantu pelaku bisnis dalam penerapan ICT secara tepat, perseroan yang berkantor pusat di Bandung ini juga akan membangun sarana edukasi Small Medium Enterprise (SME) Center di beberapa kota, termasuk di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Nantinya, SME Center akan difungsikan sebagai ruang konsultasi, demo aplikasi, serta klinik ICT.
Di samping itu, Telkom juga menyatakan keseriusannya mendukung UKM melalui situs e-commerce yang ia luncurkan November silam, Mojopia.
Seperti disiarkan sebelumnya, dengan Mojopia sebagai perusahaan lokal, Telkom akan mengembangkan industri e-commerce dan agregasi konten dalam rangka mendukung para pelaku UKM untuk dapat saling terhubung dalam pelaksanaan transaksi bisnis.
“Kami berharap Mojopia dapat mendorong semangat kewiraswastaan sebagai sentra jual beli online terbesar di Indonesia. Pasalnya, saat ini pertumbuhan jumlah pengguna internet dan mobile web Indonesia sangat pesat,” kata Eddy Kurnia, ketika itu.