Sains & Teknologi

Sony Harusnya Boleh Pakai Domain Sony-ak.com

ICANN sejak dulu telah menetapkan aturan yang jelas untuk kasus sengketa nama domain.

Senin, 15 Maret 2010, 14:16 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Situs web milik Sony Arianto Kurniawan (Sony-AK) (sony-ak.com)

VIVAnews - Kasus somasi yang dilakukan Sony Corporation, Jepang, terhadap blogger asal Indonesia, Sony Arianto Kurniawan, pemilik blog di alamat www.sony-ak.com dinilai sebetulnya tidak perlu terjadi.

Menurut Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Sekjen Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), seharusnya Sony Corporation dan pengacaranya di Indonesia melihat kasus-kasus persengketaan domain yang sudah pernah terjadi sebelumnyadi masa lalu.

“Ini bukan kasus nama domain yang pertama,” kata Mas Wig. “Seharusnya Sony dan pengacaranya belajar pada kasus sengketa nama domain yang sudah-sudah seperti kasus Armani, sehingga mereka bisa siap-siap untuk kalah di pengadilan,” ucapnya.

Mas Wig menjelaskan, lembaga pengatur domain internasional ICANN sejak dulu telah menetapkan aturan yang jelas untuk kasus persengketaan nama domain.

Seseorang memang tidak boleh serta-merta mengambil nama domain sebuah merek yang sudah terkenal secara universal, misalnya seperti Coca Cola, atau McDonald's. “Apalagi mengisi situs itu dengan konten yang sama, dengan tujuan-tujuan komersial,” kata Mas Wig.

Akan tetapi, kata Mas Wig, bila seseorang memiliki nama berakhiran McDonald memiliki domain yang sedikit berbeda dengan domain milik restoran internasional McDonald's, ia masih diperbolehkan. “Syaratnya, penggunaannya untuk keperluan pribadi, bukan komersial,” ucapnya.

Sementara dalam kasus ini, kata Mas Wig, blogger Sony Arianto Kurniawan sama sekali tidak melanggar hak Sony Corp, karena domain sony-ak.com yang dimilikinya sangat relevan dengan namanya.

“Apalagi, blog tersebut isinya juga tidak bersinggungan secara head-to-head dengan produk-produk milik perusahaan elektronik Sony,” kata Mas Wig. “Oleh karenanya, ini sama sekali tidak relevan. Dari dua poin di atas saja, Sony Corp. sudah kalah,” ucapnya.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ