VIVAnews - Datacraft Indonesia, telah berdiri di Indonesia sejak tahun 1996. Setelah 14 tahun berdiri, perusahaan yang bergerak di bidang TI itu kini mempunyai kurang lebih 300 klien perusahaan.
Dari jumlah tersebut, ternyata perusahaan-perusahaan dari industri telekomunikasi memiliki kontribusi terbesar menyumbangkan pendapatan perusahaannya, yakni mencapai hingga 65 persen dari total pendapatan.
Demikian diungkapkan oleh Bambang Patrap Yakin, Presiden Direktur PT Datacraft Indonesia, di sela-sela konferensi pers Penerapan Teknologi Datacraft di Indonesia, di Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
Perusahaan-perusahaan klien Datacraft, Bambang menjelaskan, berasal dari sektor industri telekomunikasi alias telekomunikasi, perbankan, perminyakan dan gas, serta manufaktur.
"Dari keempat sektor tersebut, industri telekomunikasi memberi kontribusi sekitar 65 persen dari total revenue yang dibukukan Datacraft Indonesia," ujarnya. Tapi Bambang enggan menuturkan siapa saja perusahaan besar yang kini menjadi kliennya.
Pada 2009, Datacraft Indonesia berhasil membukukan pendapatan hingga 67,5 juta dolar AS atau setara Rp 620 miliar. Berarti, dari industri telco saja, Datacraft sukses mengantungi pendapatan sebesar sekitar Rp 403 miliar.
Selain industri telco, porsi kontribusi pendapatan Datacraft Indonesia yang disumbang sektor perbankan merupakan yang kedua terbesar. "Sekitar 25 persen atau setara Rp 155 miliar. Sisanya, kurang lebih 10 persen atau Rp 62 miliar, datang dari industri migas dan manufaktur," kata Bambang.