Sains & Teknologi

BTEL dan ICON+ Buka Interkoneksi di KTI

ICON+ merupakan pelaksana tender program proyek pembangunan telekomunikasi pedesaan (USO).

Rabu, 10 Maret 2010, 17:12 WIB
Indra Darmawan, Muhammad Chandrataruna
Kerjasama interkoneksi BTEL dan ICON+  

VIVAnews - Bakrie Telecom (BTEL) dan Indonesia Comnets Plus (ICON+) baru saja menyepakati kerja sama interkoneksi untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Kesepakatan kerjasama interkoneksi ditandatangani langsung oleh Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services Bakrie Telecom dan Muljo Adji AG, Direktur Utama PT Indonesia Comnets Plus kemarin di Jakarta, Selasa 9 Maret 2010.

Menurut keterangan yang diterima VIVAnews, Rabu 10 Maret 2010, pembukaan interkoneksi meliputi propinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua dan Irian Barat.

Dengan kesepakatan ini, BTEL menjadi operator telekomunikasi pertama yang membuka jaringan interkoneksinya dengan ICON+, sehingga pelanggan kedunya dapat saling melakukan hubungan telekomunikasi.

Disamping itu berjalannya interkoneksi ini juga memiliki arti penting bagi penyediaan akses telekomunikasi pedesaan di KTI mengingat ICON+ merupakan pelaksana tender program USO (universal service obligation) atau proyek pembangunan telekomunikasi pedesaan untuk desa berdering dan desa pinter di kawasan tersebut.

Seperti diberitakan VIVAnews sebelumnya, Indonesia Comnet Plus dinyatakan sebagai pemenang paket 4 (menjadi paket 1 baru) dan paket 5 (menjadi paket 2 baru) dengan total nilai proyek keduanya mencapai Rp 730 miliar.

"Pembukaan interkoneksi ini merupakan langkah nyata sebagai dukungan penuh kami terhadap program USO di kawasan timur Indonesia. Kawasan yang punya potensi tinggi, tetapi masih terbatas layanan telekomunikasinya," kata Rakhmat.

“Kami harap pembukaan interkoneksi ini akan memberi manfaat positif bagi semua pihak. Bagi masyarakat, mereka dapat berkomunikasi dengan pelanggan operator manapun, sementara bagi perusahaan, akan mendorong pertumbuhan trafik sekaligus peningkatan pendapatan dan bagi industri telekomunikasi," ujarnya.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ