VIVAnews - Sepanjang 2009, Datacraft Indonesia yang bergerak di bidang TI, mengumpulkan pendapatannya yang mencapai 67,5 juta dolar AS atau setara Rp 620 miliar rupiah.
Hal itu disampaikan Bambang Patrap Yakin, Presiden Direktur Datacraft Indonesia, di sela-sela jumpa pers penerapan teknologi cloud computing di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Rabu 10 Maret 2010.
Ini merupakan pencapaian yang tak jelek, mengingat pendapatan untuk Indonesia sukses menyumbangkan kontribusi sembilan persen pendapatan Datacraft di kawasan Asia.
"Secara global, Datacraft membukukan revenue sekitar 4,5 miliar dolar AS, sementara di Asia kurang lebih 750 juta dolar AS. Datacraft Indonesia menyumbang kira-kira sembilan persen untuk Asia," Bambang menjelaskan.
Untuk belanja modal alias capital expenditure (CAPEX), perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 14 tahun silam itu menyisihkan sekitar 25-30 persen dari pendapatan yang diperolehnya, yakni sekitar 20,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 185 miliar.
"Untuk regional Asia, Datacraft menyisihkan kocek bersih sebesar US$ 200 juta untuk belanja modal. Sementara untuk lingkup global, perusahaan menyiapkan kurang lebih US$ 900 juta," ujarnya.