VIVAnews - Fujitsu menjalin kerja sama dengan Omniware Solutions Inc. Tujuannya untuk mengembangkan bisnisnya ke solusi penagihan dan pembayaran (billing & settlement) bagi operator telekomunikasi di Asia Tenggara.
Melalui kerja sama ini, Fujitsu Asia yang berbasis di Singapura akan memasarkan, menjual, mendistribusikan, dan memasang aplikasi billing & settlement milik Omniware Solutions, yakni Omnibill.
“Seiring makin canggihnya pengguna, operator telekomunikasi di Asia Tenggara dituntut mendiferensiasikan diri dari kompetitornya,” kata David Bowden, Vice President of Strategic Initiatives Fujitsu pada keterangannya, 4 Maret 2010.
Bowden menyebutkan, industri telekomunikasi saat ini juga semakin kompleks dengan strategi pengemasan layanan yang saling terhubung. “Karena itu, operator telekomunikasi membutuhkan sistem billing dan settlement yang lebih fleksibel guna mempertahankan pertumbuhan bisnisnya,” ucapnya.
Solusi Omnibill mencakup berbagai layanan, termasuk telepon tetap, telepon bergerak (GSM dan CDMA, prabayar maupun pascabayar), layanan berbasis IP (VoIP dan IPTV), koneksi Broadband (WiMax, municipal, Wi-Fi, DSL dan kabel), penghantaran Konten Digital (iklan, video dan musik), Complex Enterprise Structures, Interkoneksi Penagihan dan Pembayaran, sampai Value Added Services (VAS).
“Kekuatan Omnibill adalah tidak membutuhkan aktivitas coding apapun untuk menerapkan layanan baru sehingga bisa langsung dijual, dipasang, dan dikelola dengan biaya sangat rendah, yang sangat penting bagi pasar Asia Tenggara,” kilah Bowden.
Dulu, kata bowden, operator telekomunikasi memerlukan rentang waktu bulanan untuk membuat skenario penagihan dan tarif yang lebih kompleks. Hasil akhirnya, operator telekomunikasi bisa memberikan berbagai layanan baru dan berbeda dari kompetitornya. “Kini, mereka bisa menyediakan layanan penagihan dan pembayaran secara komprehensif dalam hitungan jam saja dengan Omnibill,” ucapnya.
Sebagai informasi, perusahaan di bawah bendera Fujitsu Group di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Laos dan Kamboja juga akan melakukan aktivitas yang sama.