VIVAnews - Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa yang akan digunakan dalam pameran lukisan di Ajang Shanghai World Expo di Kota Shanghai, China, pada 1 Mei - 31 Oktober 2010 mendatang.
“Penggunaan bahasa Indonesia ini bisa mengangkat nama Indonesia di ajang internasional itu,” kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di saat pembukaan Festival Art di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa 03 Maret 2010.
Selain penggunaan bahasa Indonesia, dalam pameran itu juga akan digunakan bahasa Inggris dan Mandarin. dengan demikian akan digunakan tiga bahasa dalam acara tersebut.
Sebelumnya, Direktur Konvensi, Insentif, dan Pameran (MICE) Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Nia Niscaya menuturkan, pemerintah akan memanfaatkan pameran internasional World Expo Shanghai China (WESC) 2010 untuk mendongkrak promosi Pulau Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia baru.
Dia menambahkan, tak hanya mendongkrak nama Pulau Komodo, pariwisata Indonesia juga akan semakin tenar di kancah internasional. Dalam paviliun Indonesia, tidak hanya produk budaya berupa benda, namun juga dipromosikan tujuan wisata.
"Selama pameran akan dipresentasikan sebanyak 184 tampilan budaya dan pariwisata secara tematik berdasarkan daerah dan panggung umum, sehingga total ada 196 tampilan, di antaranya tarian dan musik yang mewakili nusantara," ujar Nia.
Meski baru dibuka pada 1 Mei 2010, untuk kesiapan pameran tersebut, pemerintah telah menerbangkan sebanyak 9 kontainer berisi artefak budaya dan seni Indonesia untuk dipamerkan di sana.
hadi.suprapto@vivanews.com