VIVAnews - Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring akan mensomasi harian Media Indonesia atas berita "Tifatul Lecehkan Wartawan" yang terbit hari ini, Rabu 24 Februari 2010. Berita ini membuat perseteruan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ini dengan harian yang dimiliki Surya Paloh ini bertambah panas.
"Stelah sy protes berita gak seimbang, Saya diberi 'hadiah' lagi oleh MI hari ini dg judul, "Tifatul lecehkan wartawan". Saya akan somasi!!" tulis Tifatul di akun Twitternya, Rabu 24 Februari 2010 malam.
Staf Tifatul, Ahmad Mabruri, saat dihubungi VIVAnews menyatakan belum mengetahui sejauh mana keinginan Tifatul mensomasi Media Indonesia. Mabruri hanya mengatakan, siang tadi bosnya itu menyatakan memprotes berita di Media Indonesia. "Namun saya belum sempat merapikan pernyataannya itu," kata Mabruri.
Media Indonesia hari ini menulis "Tudingan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring bahwa wartawan mencari makan dengan memelintir berita dan memuat tulisan yang menghujat orang lain dinilai telah melecehkan profesi wartawan. Bahkan, pernyataan tersebut merupakan cerminan dari institusi yang sedang sakit."
Tak lupa Media Indonesia mengutip Ketua Dewan Pers Bagir Manan yang mengatakan sikap mantan Presiden PKS itu tidak bijaksana. "Kalau benar itu ucapannya, kurang bijaksana. Mungkin ada wartawan yang belum bagus betul, tapi harus dipahami juga, tidak ada yang sempurna," tutur Bagir kepada Media Indonesia.
Melalui jejaring mikroblog hari ini, Tifatul membantah pernyataan yang menuduh dirinya telah menuding pers sebagai tukang pelintir dan mencari rezeki dari pelintiran berita.
"Sy protes HL (head line berita- red) MI kmrin, krn mlintir brita, itu rporter ngotot trus, sy blg jngan cari rezeki dg cr2 spt itu, lalu dimuat" tifatul tuduh pers," kata Tifatul lewat tweet atau status Twitter.
Sebelumnya, di Twitter juga beredar link foto kliping dari pemberitaan sebuah media nasional yang memberitakan bahwa Tifatul menuduh pers mencari makan dari pelintiran berita. "kata koran ini @tifsembiring Tuduh Pers Cari Makan dari Pelintir Berita http://bit.ly/d59YqZ," ujar salah seorang tweep (pengguna Twitter).
Namun, pemberitaan itu dibantah oleh Tifatul. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan, justru wartawan yang mewawancarainya yang membuat berita yang kurang tepat.
"Tlg dbaca isinya, agr jlas sebenarnya, sy bilang "anda", dirbh jadi 'pers', sy sdh bbrp kali, ditulis macam2, dn baru 1x ini protes via sms," kata Tifatul melanjutkan.
Tifatul, yang baru beberapa hari kembali ke tanah air dari kunjungan kerja ke Eropa, mengatakan bahwa ia tak meminta diistimewakan atau dihormati. Namun, ia meminta agar pemberitaan atas dirinya bisa lebih adil dan berimbang. "Saya hanya minta seimbang, adil. Klo ada isu tlg konfirmasi, tdk satu arah," kata dia.