Sains & Teknologi

Antivirus Palsu Kini Punya Dukungan Teknis

Antivirus palsu telah menjadi masalah besar bagi pengguna selama setahun terakhir.

Selasa, 23 Februari 2010, 10:15 WIB
Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
  (VIVAnews)

VIVAnews - Dalam rangka untuk mendongkrak penjualan, para pedagang produk antivirus palsu seperti Live PC Care menawarkan korban mereka dukungan teknis langsung.

Menurut peneliti di Symantec, sekali pengguna melakukan instalasi program tersebut, mereka akan melihat tampilan yang mengabarkan secara salah bahwa PC mereka sudah terinfeksi beberapa macam malware. Ini merupakan cara umum antivirus palsu menawarkan jasanya.

“Yang tidak lazim adalah, ternyata kini versi trial gratis dari Live PC Care menyediakan tombol ‘online support’ pada pemberitahuan tersebut,” kata Marc Fossi, Manager of Development, Symantec Security Response, seperti VIVAnews kutip dari PCWorld, 23 Februari 2010.

Fossi menyebutkan, dengan mengklik tombol tersebut, pengguna akan terhubung dengan seorang agen yang akan menjawab tiap pertanyaan pengguna seputar produk tersebut, lewat instant message.

“Agen tersebut bukanlah script otomatis, melainkan manusia sungguhan. Ini mengesankan keabsahan program antivirus palsu tersebut,” kata Fossi. “Tentunya, pengguna mengira, jika program tersebut memiliki dukungan teknis sungguhan, software tersebut pasti bagus,” ucapnya.

Meski demikian, dukungan teknis yang disediakan tidak banyak membantu. Menurut Symantec, staf layanan tersebut hanya berusaha meyakinkan korban untuk membeli produk seharga 30 sampai 100 dolar.

Ini bukan kali pertama produk pengamanan palsu terdeteksi memiliki layanan dukungan teknis. Sebelumnya, perusahaan bernama Innovative Marketing telah mengoperasikan call center untuk mendukung “produk keamanan” mereka seperti WinFixer.

Menurut sejumlah pengamat kemanan, teknisi dari Innovative Marketing juga berlaku sama seperti Live PC Care, mereka berusaha meyakinkan korban untuk membeli produk mereka.

Jika sudah membeli dan menginstalasikan, maka ‘antivirus’ ini terkadang menurunkan setting keamanan pada komputer korban. Selain itu, mereka menawarkan rasa aman yang palsu karena produk mereka sebenarnya sama sekali tidak melindungi komputer dari ancaman keamanan terbaru.

Antivirus palsu sendiri telah menjadi masalah memusingkan bagi pengguna selama setahun terakhir. Software tersebut kadang terinstalasi secara tidak sengaja lewat iklan pop-up yang muncul dan mencoba meyakinkan korban bahwa ada masalah di PC mereka.

Selama Juli 2008 sampai Juli 2009 lalu, Symantec sendiri telah mencatat terdapat 43 juta percobaan instalasi antivirus palsu terhadap komputer pengguna internet.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
mastokkenari
26/07/2010
lagian...ngurusin virus juga ada bagusnya, semakin terampil en jadi tahan banting kalau ktemu virus...
Balas   • Laporkan
sibuya
23/02/2010
to maz arielz: wah...mas, emang linux ga ada virusnya ya mas??? ini pendapat amatiran loh mas,setahu saya, ga ada sistem yang perfect. open source, mulai GPL sampai LGPL atau yang lain selalu saja ada bolongnya. ga ada yang sempurna. makanya pake antiviru
Balas   • Laporkan
arielz
23/02/2010
haree gene masih sibuk ngurusin viruss, kesiann deh lo, pake linux donk
Balas   • Laporkan
andre
23/02/2010
apakah ada softwarenya
Balas   • Laporkan
ardi
23/02/2010
ampun deh...jangan sampai masuk ke indonesia. tolong pemerintah & white hacker yg cintak bangsa bisa mencegahnya......hidup internet sehat. sukses selalu
Balas   • Laporkan
ardi sam
23/02/2010
semoga modus operation diatas tidak ada di indonesia. bisa berbahaya, kasihan pengguna yang kurang mengetahui sistem IT. semoga pemerintah kita dan bantuan white hacker yang cinta bangsa bisa mencegahnya........hidup internet sehat. sukses terus
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau