Sains & Teknologi

Kominfo Rapatkan Sikap atas RPM Konten

Kominfo tak akan mengabaikan tekanan dan aspirasi yang begitu besar terhadap RPM Konten.

Selasa, 23 Februari 2010, 05:32 WIB
Indra Darmawan
Salah satu group Tolak RPM Konten di Facebook (facebook.com)

VIVAnews - Menjelang rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI Rabu besok, Departemen Komunikasi dan Informatika akan menggelar rapat internal pada Selasa 23 Februari 2010 pagi, yang kemungkinan akan menentukan sikap terhadap Rancangan Peraturan Menteri tentang Konten Multimedia (RPM Konten).

"Kemungkinan besar salah satu agenda rapat akan membahas masalah RPM Konten," ujar Mabruri, Staf Khusus Menkominfo Bidang Media, kepada VIVAnews, Senin malam 22 Februari 2010.

Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Pusat Informasi dan Humas Departemen Kominfo Gatot S Dewa Broto. Menurut Gatot, rapat yang rencananya akan digelar pukul 10.00 pagi itu sebenarnya adalah rapat rutin. Namun, karena Rabu besok pihak Kominfo diundang RDP oleh Komisi 1, kemungkinan besar masalah RPM juga bakal dibahas.

Selama ini, kata Gatot, pihak Kominfo mendengar dan menampung semua aspirasi dan masukan dari berbagai pihak mengenai rancangan peraturan yang masih dalam tahap uji publik itu.

"Bila memang RPM itu kurang sejalan dengan UU Pers, UU ITE atau peraturan yang lain, tentu itu akan kami pertimbangkan lagi," kata Gatot. Lebih lanjut, kata Gatot, bisa saja kemudian RPM tidak diteruskan, atau diteruskan dengan berbagai revisi pasal, tapi itu semua masih belum diputuskan.

Gatot sendiri mengatakan bahwa Kominfo sudah pasti tak akan mengabaikan tekanan dan aspirasi yang begitu besar dari berbagai pihak yang meminta agar rancangan peraturan tersebut tidak dilanjutkan. "Kami akan sangat tahu diri," kata Gatot.

Apapun keputusannya, kata Gatot, pemerintah akan tetap mengembangkan kampanye internet sehat.Karena, menurutnya, pemerintah punya tanggung jawab untuk mengupayakan penggunaan internet yang sehat di kalangan masyarakat. Bahkan, pihaknya ingin melibatkan ulama, pers, dan elemen masyarakat lain, untuk menyukseskan kampanye ini.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
clu5ter
23/02/2010
buat pers jgn cm mikirin laba ato sembunyi dibalik jargon "kebebasan pers adalah absolut" aja dong. msh untung pemerintah peduli ma moral, klo ngga..kacow deh jgn sampe,"pengen modern tp malah jd kek org majusi" ke lawut aja loe..!!! LOL
Balas   • Laporkan
ShyDuck18
23/02/2010
lucu juga komen dari mare.. tapi emang bener.. hahaha...
Balas   • Laporkan
mare
23/02/2010
internet sehat itu yang gimana ? sehat menurut pemerintah ? kalo pemerintah-nya aja sakit gimana bs mendefinisikan yang sehat gimana
Balas   • Laporkan
shadiq thahir
23/02/2010
Melibatkan Ulama? kalo pastur, pendeta, dll gimana? dilibatkan juga kah? Kok yang disebut cuman ulama saja(diurutan pertama lagi)? Sedangkan pemuka agama lain terlihat dinomorduakaan, bahkan diabaikan. Pernyataan ini menunjukan keTIDAKnetralan Kemenkominf
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ