VIVAnews - PT Telekomunikasi Indonesia International (TII) salah satu anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk bergabung dalam Konsorsium Pembangunan Kabel Laut South-East Asia Japan Cable System (SJC) di Honolulu USA.
Langkah strategis ini sebagai antisipasi terhadap pertumbuhan demand bandwidth internasional yang sangat tinggi di tahun 2010 hingga tahun 2014, terutama demand TelkomGroup.
Kapasitas bandwidth yang dimiliki SJC cukup besar, bahkan diklaim sebagai yang terbesar dari kabel laut yang ada saat ini. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SJC akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Jepang dan negara Asia lainnya.
Sistem Kabel laut yang akan dibangun menggunakan teknologi SKKL terbaru The Newest Submarine Cable Technology dengan kemampuan menyalurkan 64 WL (wave length) pada setiap fiber pair dan 40 Gbps per WL sehingga kabel laut SJC akan memiliki design capacity 17 Terabyte per second (Tbps) yang dapat di-upgrade sampai dengan 23 Tbps.
Rerncananya, SJC akan dibangun oleh NEC dan Tyco yang sudah mempunyai reputasi di bidang konstruksi SKKL. Dengan menggunakan kontraktor yang berpengalaman dalam menyelesaikan pembangunan SKKL TelkomGroup diharapkan penyelesaian pembangunan tepat waktu dan kualitas SKKL yang dibangun dapat diandalkan.
Selanjutnya SJC akan diintegrasikan dengan SKKL yang telah dimiliki TelkomGroup baik domestik maupun internasional. SKKL domestik adalah Jasuka (Jawa-Sumatera-Kalimantan lewat darat dan laut), SUB (Surabaya-Ujung Pandang-Banjarmasin) dan Jaka2LaDeMa (Jawa-Kalimanatan-Sulawesi-Denpasar-Makasar).
Adapun SKKL internasional adalah Asia America Gateway (AAG), Batam Singapore Cable System (BSCS), Thailand Indonesia Singapore Cable System (TIS) dan Dumai Melaka Cable System (DMCS).