Sains & Teknologi

ABG Hilang Setelah Kenal Teman di Facebook

Polisi masih melakukan penyelidikan dengan melibatkan Reskrim Polres Kulonprogo.

Selasa, 16 Februari 2010, 09:19 WIB
Amril Amarullah
Facebook (Facebook)

VIVAnews -- Kepolisian Resort (Polres) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mewaspdai adanya modus penjualan orang melalu situs jejaring facebook yang saat ini sedang merebak ditengah masyarakat.

Tak hanya itu Polres Bantul juga mewaspadai adanya penjualan gadis untuk kegiatan prostitusi yang saat telah dibongkar oleh petugas aparat kepolisian.

"Kami mewaspadai kejahatan didunia maya itu, karena sedang marak terjadi diberbagai kota di Indonesia," kata Kapolres Bantul, DIY, AKBP Stepen Napiun, SIK, 15 Februari 2010

Kejadian dilarikaannya seorang wanita asal Bantul yang diketahui namanya Tri Nurhayati (20) warga Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul dapat menjadi indikasi adanya dugaan tindak trafficking oleh seseorang meski itu butuh penyelidikan lebih lanjut.

"Kami sejauh ini belum memastikan apakah korban yang hilang itu dijual melalui facebook atau pergi dengan pacarnya atau menghinap ke rumah saudaranya," ujarnya

Pihaknya kata Stephen masih melakukan penyelidikan dengan melibatkan Reskrim Polres Kulonprogo karena ada informasi bahwa Tri Nurhayati yang hilang dan santer diberitakan dibawa kabur teman facebooknya berada di rumah saudaranya di Brosot, Kabupaten Kulonprogo.

"Indikasi penculikan belum ada karena madus penculikan biasanya pelaku minta tebusan kepada keluarganya, namun hingga saat ini tidak ada keterangan dari keluarga ada pihak yang minta tebusan," tuturnya.

Untuk melakukan antisipasi, kata Stephen pihaknya saat ini mengalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang nilai positif dan nilai negatif facebook khususnya kepada masyarakat pedesaan.

"Facebook dan teknologi bukan hal jelek namun kalau tidak diantisipasi ada efek negatifnya. Melalui kamtimas, melalui berbagai acara kita mengalakkan sosialisasi apa nilai lebih, apa nilai negatif  facebook agar warga tidak menjadi korban," tandasnya

Tri Nurhayati (20) atau lebih akrab dipanggil dengan Nung, dilaporkan oleh keluarganya tidak pulang ke rumah sejak hari Selasa (9/12) minggu yang lalu. Laporan kepada aparat sendiri baru dilakukan pada hari Rabu (10/2). Hingga saat ini keluarga juga menyatakan anaknya yang bekerja di sebuah warnet di Bantul, DIY ini juga beluim pulang ke rumah.

"Anak saya belum pulang hingga saat ini," kata Budiharjo orangtua Tri Nurhayati

Saudara korban, Sumaryanto menambahkan, kontak terakhir dengan korban terjadi pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB via SMS. "Sore hari korban sempat SMS mau pulang sebentar lagi," katanya.

Karena tidak kunjung pulang, katanya, pihak keluarga SMS lagi dan menanyakan sedang dimana. "Katanya lagi di tempat wisata bersama teman dan baru pukul 20.00 WIB akan pulang," kata Yanto.

Namun ternyata SMS tersebut merupakan komunikasi terakhir dan sejak malam itu hand phone korban tidak bisa dihubungi sampai sekranga. "Kita juga tidak tahu, yang dimaksud pergi bersama teman itu teman yang mana karena semua teman Nunu juga tidak ada yang mengetahuinya," kata Sumaryanto.

Laporan: KDW | Yogyakarta

• VIVAnews
Rating
Komentar
Moki
23/03/2010
Setuju! Bukan Facebook yang salah. Penggunanya yang harus instropeksi.
Balas   • Laporkan
Indra Jaya
16/02/2010
Bener Om.... jngan salahkan senjata yg dpt membunuh... tapi salahkan siapa yg mengunakan senjata itu.... dasar aja tu ABG kegenitan....
Balas   • Laporkan
Om Sammy
16/02/2010
Kasus hilangnya anak perempuan karena jejaring sosial Face Book makin ramai diberitakan, padahal dari rangkuman kejadian yang ada adalah sang anak perempuan yang mendatangi pujaannya dan tidak ingin kembali lagi ke orang tuanya. Pertemuan ini tentunya mel
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ